JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) telah mengeluarkan 100 judul komik yang terinspirasi dari naskah kuno dengan tujuan untuk menyebarluaskan isi serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat, sekaligus menarik minat pembaca muda. Dalam pernyataannya, E. Aminudin Aziz, sebagai pemimpin sementara Perpusnas, mengungkapkan bahwa terdapat seratus judul komik yang telah diciptakan, semuanya berbasiskan naskah-naskah kuno. Dia menjelaskan bahwa tujuan mengubah naskah kuno menjadi komik adalah untuk membuat kontennya lebih mudah diakses dan dipahami oleh para pembaca. Aziz menyampaikan hal ini pada acara Anugerah Perpustakaan Gemilang 2024, di mana ia menekankan bahwa banyak pembaca umum yang mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami naskah-naskah yang telah berusia ratusan tahun tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengalihkannya ke dalam bentuk media visual seperti komik agar lebih komunikatif. Dia berharap, dengan cara ini, minat baca di kalangan generasi muda dapat meningkat. Lebih lanjut, dia mengungkapkan rencana Perpusnas untuk terus mengkonversi naskah-naskah kuno ke dalam bentuk media lain, seperti film dan animasi. "Kami berencana untuk memproduksi film pendek dan animasi. Di Badan Bahasa, mereka sudah mengadaptasi cerita rakyat menjadi video animasi dalam bahasa daerah, dan respons dari masyarakat sangat positif," tambahnya. Aziz juga mengingatkan pentingnya mengubah pandangan masyarakat tentang perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku. Perpustakaan seharusnya bertransformasi menjadi produsen bahan bacaan yang aktif. Ia mencatat bahwa ada tantangan dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat yang berkaitan dengan kurangnya koordinasi antara tingkat pusat dan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan promosi membaca. Diharapkan dengan langkah-langkah ini, semakin banyak orang, terutama generasi muda, yang tergerak untuk membaca dan menggali lebih dalam mengenai budaya dan pengetahuan yang terkandung dalam naskah-naskah kuno. ANTARA