**Borneonews - Jakarta**, Mantan Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa politik seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas peradaban suatu bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat memberikan orasi ilmiah berjudul *"Jalan Kebudayaan dan Titik Temu Peradaban"*, dalam acara penganugerahan gelar profesor kehormatan di bidang pariwisata dan warisan budaya dari Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage (IUTCH) yang berlokasi di Uzbekistan.
Megawati menyatakan bahwa politik memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan umat manusia secara keseluruhan. Dengan keterangannya yang disampaikan di Jakarta, ia mengemukakan pentingnya politik dalam konteks peradaban. Dalam pandangannya, pemahaman terhadap peradaban umat manusia telah ia warisi dari sosok Soekarno, yang tidak hanya dianggap sebagai ayah, namun sekaligus sebagai guru.
Dia menegaskan bahwa Soekarno mengajarkan, bagi dirinya, bahwa dalam inti kehidupan, politik merupakan sebuah proses yang saling terkait dengan masyarakat. Melalui ajarannya, Megawati memahami bahwa rakyat adalah sumber dari kebudayaan, yang berperan penting dalam pembentukan makna yang lebih luas tentang kekuasaan dan kolaborasi di dalam masyarakat.
Megawati menjelaskan bahwa manusia, sebagai makhluk sosial, berkumpul dalam komunitas dan membangun kebudayaan bersama, yang pada akhirnya melahirkan berbagai bangsa. Dalam ikatan komunitas tersebut, diciptakan kehendak bersama, norma hidup, komitmen terhadap nilai-nilai yang telah disepakati, serta moralitas kelompok. Hal ini berujung pada pembentukan sistem kehidupan berbangsa yang diatur oleh tatanan hukum.
Lebih jauh, Megawati berpendapat bahwa kebudayaan adalah jalan bagi peradaban umat manusia. Dia menekankan bahwa saat rakyat diakui sebagai sumber kebudayaan, arti sejati dari kekuasaan pemimpin hanya bisa muncul dari kehendak kolektif rakyat yang ada di bawah pimpinannya.
Walaupun, Megawati juga mencatat bahwa dalam praktiknya, terdapat banyak pemimpin yang tidak lagi terhubung dengan konsep *power* itu. Dia percaya bahwa ketika seorang pemimpin mengasingkan diri dari gagasan yang mendasari kepemimpinannya, maka ia berisiko kehilangan esensi kekuasaannya dan hanya menjadi aktor di atas panggung politik. Dalam konteks tersebut, seorang aktor mungkin akan berusaha mencari justifikasi untuk kebijakan yang dia ambil.
Berlanjut, dia mengingatkan bahwa demi justifikasi tersebut, aktor yang berkuasa dapat melakukan kekerasan, termasuk menggunakan kekuasaan hukum, untuk mempertahankan posisi. Fenomena ini pun berkontribusi terhadap perubahan perilaku dari pemimpin itu sendiri.
Terkait dengan pencapaian akademik, Megawati telah menerima banyak gelar kehormatan dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Di antara gelar tersebut, beberapa di antaranya mencakup gelar dari Waseda University of Tokyo, Moscow State Institute of International Relations, serta beberapa universitas lainnya seperti Universitas Padjajaran dan Universitas Negeri Padang.
Lebih lanjut, Megawati juga telah dianugerahi dua gelar profesor kehormatan, yang mencakup bidang ilmu kebijakan seni dan ekonomi kreatif dari Seoul Institute of the Arts, serta bidang ilmu dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen dan kontribusi Megawati dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
ANTARA
Megawati Tekankan Peran Politik dalam Meningkatkan Peradaban
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







