BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Lebak diprediksi berpotensi mengalami konflik dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah untuk pemilihan gubernur, wakil gubernur Banten, serta bupati dan wakil bupati Lebak yang akan berlangsung pada tahun 2024. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak, H Sukanta, menyatakan harapannya agar pemilihan ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan damai. Pihaknya menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang kondusif selama pelaksanaan pilkada. Menurut pemetaan yang dilakukan, seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak teridentifikasi memiliki potensi kerawanan konflik. Dalam hal ini, sumber konflik dapat bervariasi, mulai dari skala kecil hingga besar, yang seringkali dipicu oleh perbedaan dukungan terhadap calon yang berpartisipasi dalam pemilihan. Kondisi juga diperburuk oleh praktik politik uang, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Topografi yang berbukit dan bergunung menjadikan beberapa desa tidak terjangkau oleh jaringan sinyal internet, sehingga mempersulit komunikasi. Di sisi lain, wilayah selatan Kabupaten Lebak dikenal rawan bencana alam, termasuk pergerakan tanah, longsor, banjir, dan angin puting beliung. Sebagai langkah mitigasi, pemetaan daerah yang rawan konflik menjadi prioritas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjamin sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar pemilihan kepala daerah berjalan dengan aman dan damai. Perbedaan pilihan dalam konteks politik adalah hal yang biasa, namun perlunya diperkuat solidaritas antarpendukung untuk mencegah timbulnya pertikaian dan penolakan terhadap praktik politik uang. Kepala KPU Kabupaten Lebak, Dewi Hartini, mengungkapkan bahwa terdapat 2.062 lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 345 desa/kelurahan. Beberapa dari TPS ini berada di wilayah yang berpotensi mengalami konflik, termasuk potensi politik uang dan bencana alam. Namun, KPU telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan pemilihan di daerah-daerah yang rentan ini. Kolaborasi dengan aparat keamanan menjadi salah satu strategi yang dilakukan untuk memastikan kestabilan dan keamanan dalam pelaksanaan pilkada. Dewi Hartini juga mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan hak pilihnya dan tidak golput, agar suara mereka dapat diperhitungkan dalam berbagai keputusan politik yang akan datang. ANTARA