TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 44 tim dari berbagai desa di Kabupaten Barito Timur memeriahkan Festival Nikep 2 di Desa Lalap Kecamatan Patangkep Tutui, Sabtu, 21 September 2024.

 

Festival yang tepatnya dilaksanakan di Danau Jundrim Desa Lalap itu terselenggara dengan baik berkat kerja sama pemerintah desa dengan Karang Taruna.

 

Kepala Desa Lalap, Hendri menjelaskan festival ini diadakan dalam rangka merawat memperkenalkan kembali budaya dan tradisi suku Dayak yang menangkap ikan dengan alat bernama Ansiding atau Tanguk.

 

"Festival ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama pencari ikan dengan cara tradisional sekaligus untuk mengedukasi bagi masyarakat dan khususnya pemuda Barito Timur bagaimana cara menangkap ikan secara tradisional dan ramah lingkungan," katanya.

 

Hendri menambahkan, pada festival itu setiap tim terdiri dari 5 orang atau total sebanyak 220 orang peserta festival. Panitia juga menyediakan trofi dan hadiah uang tunai untuk juara I, juara II dan juara III, serta hadiah uang tunai saja untuk juara harapan.

 

Bertindak sebagai juri pada Festival Nikep 2 yaitu Ketua Karang Taruna Barito Timur Ariwaratanu, Ketua Karang Taruna Patangkep Tutui Kardianto dan Ketua Karang Taruna Desa Pulau Patai Ero Saputra.

 

Camat Patangkep Tutui Simon Stevins Oktavianus, saat dimintai tanggapannya, mengapresiasi Pemdes Lalap dan Karang Taruna atas pelaksanaan Festival Nikep 2 yang disambut antusias oleh masyarakat Barito Timur.

 

"Kami mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Lalap yang sudah bekerja sama dengan Karang Taruna, terlebih lagi Ketua Karang Taruna Kabupaten, Ariwaratanu, hadir sebagai juri," ucapnya saat diwawancarai usai menghadiri festival tersebut.

 

Dia menilai masyarakat Barito Timur menyambut baik penyelenggaraan festival nikep. Karena itu Simon berharap tahun berikutnya festival nikep lebih meriah lagi dan pemerintah desa mempersiapkan dengan baik fasilitas maupun jalan masuk le lokasi festival.

 

"Kami dari pihak pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan di Desa Lalap, apapun kegiatan yang dilaksanakan terutama yang terkait dengan budaya karena saya sendiri juga hobi dengan pelestarian adat dan budaya. Mungkin nanti kita akan mengadakan festival lain untuk melestarikan kearifan lokal seperti bagagap atau menangkap ikan dengan tangan kosong dan mutu pare atau menumbuk padi," tandas Simon.

 

Nikep adalah cara menangkap secara beramai-ramai dengan menggunakan Tangguk - alat berbentuk cekung seperti keranjang yang terbuat dari anyaman rotan lantung dan rotan saga.

 

--page

Tangguk digunakan dengan dimasukkan ke dalam air sambil ditarik pada sela akar-akar pohon dan dedaunan. Dengan begitu ikan-ikan akan masuk ke dalamnya. 

 

Nikep biasa dilakukan oleh kaum perempuan atau ibu-ibu pada musim kemarau ketika air sungai atau rawa mulai surut. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)