TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Festival Nikep 2 yang diselenggarakan Pemerintah Desa Lalap dan Karang Taruna berlangsung sukses.

 

Ada 44 tim atau total 220 peserta mengikuti lomba menangkap ikan secara tradisional di Danau Jundrim, Sabtu, 21 September 2024.

 

Di penghujung acara, tim juri yang terdiri dari Ketua Karang Taruna Kabupaten Barito Timur Ariwaratanu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Patangkep Tutui Kardianto dan Ketua Karang Taruna Desa Pulau Patai Ero Saputra, mengumumkan para pemenang yang berhak atas trofi maupun hadiah uang tunai.

 

"Juara I Tim Desa Bentot dengan berat total perolehan ikan 5,1 kilogram, juara II Tim Desa Betang Nalong 4,6 kilogram, juara III Tim Desa Janah Jari 4,6 kilogram dan juara harapan Tim Desa Saing dengan berat total perolehan ikan 3,8 kilogram," Ketua Jarang Taruna Barito Timur, Ariwaratanu.

 

Juara I mendapatkan tropi dan hadiah uang tunai Rp1,5 juta, juara II trofi dan uang tunai Rp1 juta, juara III trofi dan uang tunai Rp750 ribu serta juara harapan mendapatkan hadiah uang tunai Rp500 ribu.

 

Camat Patangkep Tutui Simon Stevins Oktavianus, saat dimintai tanggapannya, mengapresiasi Pemdes Lalap dan Karang Taruna atas pelaksanaan Festival Nikep 2 yang disambut antusias oleh masyarakat Barito Timur.

 

"Kami mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Lalap yang sudah bekerja sama dengan Karang Taruna, terlebih lagi Ketua Karang Taruna Kabupaten, Ariwaratanu, hadir sebagai juri," ucapnya saat diwawancarai usai menghadiri festival tersebut.

 

Dia menilai masyarakat Barito Timur menyambut baik penyelenggaraan festival nikep. Karena itu Simon berharap tahun berikutnya festival nikep lebih meriah lagi dan pemerintah desa mempersiapkan dengan baik fasilitas maupun jalan masuk le lokasi festival.

 

"Kami dari pihak pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan di Desa Lalap, apapun kegiatan yang dilaksanakan terutama yang terkait dengan budaya karena saya sendiri juga hobi dengan pelestarian adat dan budaya. Mungkin nanti kita akan mengadakan festival lain untuk melestarikan kearifan lokal seperti bagagap atau menangkap ikan dengan tangan kosong dan mutu pare atau menumbuk padi," tandas Simon.

 

Nikep adalah cara menangkap secara beramai-ramai dengan menggunakan Tangguk - alat berbentuk cekung seperti keranjang yang terbuat dari anyaman rotan lantung dan rotan saga.

 

Tangguk digunakan dengan dimasukkan ke dalam air sambil ditarik pada sela akar-akar pohon dan dedaunan. Dengan begitu ikan-ikan akan masuk ke dalamnya. 

 

Nikep biasa dilakukan oleh kaum perempuan atau ibu-ibu pada musim kemarau ketika air sungai atau rawa mulai surut. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)