JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Pemerintah Kabupaten Jayapura di Papua berkomitmen untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Langkah ini diambil menyusul penetapan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang diusulkan oleh Pemkab Jayapura sebagai Peraturan Daerah (Perda) pada tahun 2024. Benyamin Yarisetouw, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayapura, menyampaikan bahwa dengan adanya Perda RIPPDA, pengelolaan sektor pariwisata di daerah ini diharapkan dapat dilakukan dengan lebih baik. Menurutnya, potensi wisata yang ada di Kabupaten Jayapura sangat menjanjikan, namun selama ini belum dikelola secara optimal. Akibatnya, kontribusi sektor ini terhadap PAD masih sangat rendah. Benyamin menegaskan bahwa terdapat banyak tempat wisata yang bisa dikelola lebih baik di Kabupaten Jayapura. Dengan pengelolaan yang tepat, seharusnya PAD yang dihasilkan dari sektor ini bisa meningkat secara signifikan. "Kami berharap dengan adanya Perda RIPPDA, kami tidak hanya dapat mengandalkan pariwisata pantai dan hutan, tetapi juga restoran, hotel, dan tempat lainnya yang dapat menyumbang PAD kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sebagai sumber pemasukan untuk Disbudpar," ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya mengatur pengembangan pariwisata daerah dalam sebuah regulasi yang jelas. Dengan adanya regulasi ini, arah kebijakan pembangunan pariwisata akan lebih terarah dan terfokus pada tiga aspek utama yaitu lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Benyamin menekankan bahwa setelah Perda tersebut disahkan, langkah-langkah untuk membangun pariwisata di Kabupaten Jayapura akan semakin jelas dan terarah. Ia percaya bahwa potensi wisata di daerah ini belum sepenuhnya digali. Ia menambahkan bahwa lahirnya Perda RIPPDA juga diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jayapura. "Kami optimis bahwa PAD daerah ini bisa meningkat, bahkan melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp154 miliar, dengan catatan jika kami mendapat dukungan dari seluruh pihak untuk mewujudkannya," kata Benyamin. ANTARA