BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Sejumlah petani di Kabupaten Lebak mengambil langkah strategis dengan mengembangkan tanaman ubi jalar ungu. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga mereka. Berdasarkan data, pendapatan yang dihasilkan dapat mencapai Rp20 juta per musim panen. Nurjen, seorang petani berusia 60 tahun yang berasal dari Rangkasbitung, menyampaikan bahwa mereka mengembangkan ubi jalar ungu di lahan seluas 5.000 meter persegi dengan total produksi mencapai 4 ton. Hal ini dilakukan setelah hasil panen yang pertama juga mencapai angka yang sama. Pada panen perdana, hasil tersebut laku dibeli oleh tengkulak dengan harga Rp5.000 per kilogram, yang menghasilkan total pendapatan ekonomi yang signifikan dalam jangka waktu tiga bulan. Tingginya permintaan di pasar menjadi salah satu alasan utama mengapa ubi jalar ungu semakin populer. Ubi ini tidak hanya digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai camilan seperti keripik ubi, bolu ubi, onde-onde ubi, dan donat ubi, tetapi juga memikat perhatian konsumen yang memerlukan makanan alternatif sebagai pengganti beras, terutama bagi mereka yang mengidap diabetes melitus. "Kami merasa sangat diuntungkan dengan pengembangan ubi jalar ini. Permintaan pasar saat ini cenderung tinggi dan harga yang ditawarkan juga cukup baik," tambah Nurjen. Sementara itu, Nurdin, petani berusia 55 tahun dari Cibadak, menyatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan tanaman ubi jalar ungu selama setahun terakhir dengan tiga kali panen. Ubi jalar yang dihasilkan sangat diminati oleh pedagang yang membeli dengan harga Rp5.000 per kilogram. "Kami hanya mengembangkan ubi jalar di areal persawahan seluas tiga petak, menghasilkan 2 ton, yang setara dengan pendapatan ekonomi sekitar Rp10 juta," ungkap Nurdin. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menginformasikan bahwa produksi ubi jalar dari Januari hingga Agustus 2024 diperkirakan mencapai 5.500 ton. Angka ini menunjukkan ketersediaan pangan lokal yang baik dan bahkan surplus untuk pasokan ke luar daerah, termasuk Tangerang dan Jakarta. Deni menambahkan, "Kami mendorong para petani untuk terus meningkatkan produksi ubi jalar ungu. Permintaan yang terus meningkat dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga." ANTARA