**Borneonews - Gunungkidul**, Kabupaten Gunungkidul yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menerima alokasi kuota untuk Program Indonesia Pintar (PIP) sebanyak 16 ribu siswa. Program ini bertujuan untuk mendukung pendidikan anak-anak dan mengurangi angka putus sekolah yang masih menjadi masalah di wilayah tersebut.
Tim Kaisar Abu Hanifah Azam Muhammad menyampaikan bahwa meskipun kuota PIP untuk Kabupaten Gunungkidul cukup besar, hingga saat ini hanya sekitar 350 siswa yang telah mendaftar untuk mengambil manfaat dari program tersebut. Angka pendaftaran yang masuk masih sangat rendah, sehingga masih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan program ini, ujarnya dalam sebuah acara di Gunungkidul.
Untuk meningkatkan partisipasi warga, Tim Kaisar Abu Hanifah telah menyelenggarakan acara penyerahan simbolis dan sosialisasi mengenai PIP di dua lokasi yang berbeda. Acara pertama dilakukan di Balai Kedung Keris, Kecamatan Nglipar, dengan peserta yang berasal dari Kapanewon Nglipar dan Kapanewon Ngawen. Sedangkan kegiatan kedua berlangsung di Balai Kalurahan Setut di Kapanewon Gedangsari, yang juga memberikan kuota sebanyak 140 penerima manfaat.
Pada acara tersebut, penyerahan simbolis Program Indonesia Pintar dilakukan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Dalam pidatonya, Bupati Sunaryanta menekankan pentingnya program ini untuk meringankan beban biaya pendidikan, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu. Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan PIP, khususnya bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi seperti perguruan tinggi.
"Masyarakat harus memanfaatkan program ini, dan pendaftaran untuk tahun 2024 sudah dimulai," ungkap Bupati. Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui Tim Kaisar Abu Hanifah, yang merupakan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Program ini ditujukan untuk anak-anak dari jenjang pendidikan dasar.
Sunaryanta berharapprogram PIP terus mendorong penerima manfaat untuk mendaftar setiap tahun, sehingga program ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Program Indonesia Pintar adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, jelasnya.
Bupati juga menekankan bahwa program ini bertujuan untuk menurunkan angka putus sekolah dan memastikan bahwa setiap anak di Indonesia dapat menikmati hak mereka untuk mendapatkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Ia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Gunungkidul, terutama para orang tua siswa, mengenai cara pendaftaran dan manfaat dari PIP, sehingga kuota yang ada dapat dimanfaatkan dengan optimal.
ANTARA
Gunungkidul Dapat Kuota 16 Ribu Siswa untuk Program Indonesia Pintar
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Komentar (0)
Memuat komentar…







