JAKARTA –
**Borneonews - Semarang,** Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat dari Pemerintah Kota Semarang. Langkah ini diambil untuk menyelidiki pengaturan lelang yang diduga melibatkan korupsi di lingkungan pemerintahan setempat di Jawa Tengah. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menjelaskan bahwa semua saksi yang dipanggil telah hadir. Proses pemeriksaan ini bertujuan untuk menggali informasi terkait perintah pengaturan pemenang lelang oleh tersangka yang terlibat dalam kasus ini. Pada tahap penyidikan ini, sejumlah pejabat dari Pemkot Semarang yang diperiksa antara lain adalah Irawan Ilham Prajamukti yang menjabat sebagai Kepala Bidang Permukiman Disperkim Kota Semarang, Sidik Sumarsono sebagai Sub-Koordinator Layanan Pengadaan Secara Elektronik di BPBJ Kota Semarang, serta Rama Sandi yang menjabat sebagai Sub Koordinator Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang dan Jasa, dan Junaedi yang merupakan mantan Kepala Bagian BPBJ Kota Semarang. Namun, hingga saat ini, KPK belum mengungkapkan detail terkait proyek mana yang terlibat dalam pengaturan lelang tersebut. Pada tanggal 17 Juli 2024, KPK secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memulai penyidikan terhadap dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Semarang. Sejumlah pihak sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, tetapi KPK masih menahan informasi lebih lanjut mengenai identitas mereka. Menurut kebijakan KPK, informasi mengenai identitas para tersangka dan konstruksi perkara akan disampaikan setelah investigasi selesai dilakukan. Selain melakukan pemeriksaan, KPK juga melaksanakan penggeledahan di beberapa kantor instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada di lingkup Pemerintah Kota Semarang. Penggeledahan ini mencakup kantor-kantor OPD yang terletak di kompleks Balai Kota dan Gedung Pandanaran. Tidak hanya itu, para penyidik KPK juga meminta keterangan dari sejumlah pimpinan OPD di Pemkot Semarang sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung. ANTARA