BORNEONEWS, Kobar - Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kotawaringin Barat (Kobar) berjibaku memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan di dua lokasi, Kamis (4/8/2016). Yaitu, di jalan lintas Pangkalan Bun-Kolam KM 2, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan dan di Jembatan Masorayan Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kobar.
Kebakaran hebat yang menghabiskan perkebunan sawit dan lahan kosong tersebut memaksa tim terpadu membagi menjadi dua kelompok. Untuk pemadaman di wilayah Kolam, tim yang diterjunkan sebanyak 15 orang, terdiri dari personil TNI dan Petugas Damkar Pemkab Kobar. Sementara armada yang diterjunkan sebanyak dua mobil damkar dan satu rescue beserta peralatannya.
Untuk pemadaman di KM. 2 Jalan Kolam, Kelurahan Raja Seberang, tim yang diterjunkan sebanyak 10 orang personil Damkar dan 2 unit mobil pemadam serta pemadam apung.
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Pasalnya, lokasi kebakaran berada jauh dari jalan poros, tidak bisa ditembus mobil damkar dan hal itu menyulitkan tim. Karena itu, selain ditempuh dari jalur darat dengan mengangkut mesin damkar menggunakan kendaraan bermotor jenis trail, juga menggunakan jalur sungai dengan damkar apung.
Walau proses pemadaman sangat menyulitkan tetapi tidak menyurutkan tim meluncur ke lokasi yang jaraknya sekitar dua kilometer dari jalan raya. Ketersediaan sumber air dari aliran Sungai Arut cukup membantu proses pemadaman.
Sementara itu, proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di jembatan Masorayan, Kecamatan Kolam hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Tim cukup kesulitan memadamkan api mengingat keterbatasan jumlah personil dan peralatan tidak sebanding dengan luasan lahan yang terbakar.
Menurut informasi yang diterima, Danramil Kolam serta Kepala BPBD Kobar hingga saat ini masih berada di lokasi kebakaran memantau proses pemadaman yang masih berlangsung.
Menurut Koordinator Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sukardi bahwa dari TKP kebakaran hutan dan lahan di KM 2 Kelurahan Raja Seberang, tim berhasil memadamkan api dan mengamankan barang bukti satu unit alat potong rumput. Sementara pelaku pembakaran melarikan diri.
Kesulitan yang dihadapi dalam proses pemadaman adalah karena faktor akses jalan yang tidak bisa ditempuh, sehingga tim Damkar menggunakan kendaraan roda dua untuk mengangkut mesin.
Terkait penyebab kebakaran dugaan adalah dibakar, areal seluas dua hektare tersebut merupakan perkebunan kelapa sawit. "Barang bukti yang kita adalah mesin rumput, namun pelaku sudah tidak ada di tempat," kata Sukardi yang dihubungi Borneonews, Kamis (4/8/2016).
Ia menjelaskan untuk kebakaran di Masorayan saat ini tim masih berjibaku memadamkan api. Sukardi belum mengetahui berapa luasan lahan yang terbakar dan sebabnya, namun tiga armada dan belasan personil sudah diterjunkan.
Api Kembali Menyala di KM 2
Petugas Damkar Pemkab Kobar kembali kalang kabut mendatangi lokasi kebakaran di jalan Kolam KM 2 Kelurahan Raja Seberang, pasalnya, setelah dipadamkan dan proses pendinginan, api kembali berkobar dan merembet ke perkebunan sawit di sekitarnya. Hidupnya kembali api yang sudah dipadamkan dan ditinggalkan hampir satu jam itu diduga diakibatkan oleh hembusan angin yang kencang.
"Untuk di KM 2, Kelurahan Raja Seberang, api kembali hidup, saat ini petugas kembali meluncur untuk pemadaman," kata Sukardi. (KOKO SULISTYO/N).








