MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengambil langkah strategis dengan mendaftarkan festival perahu tradisional yang dikenal sebagai *Sandeq* ke dalam daftar organisasi pendidikan, ilmiah, dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Usaha ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, dalam sebuah pernyataan di Mamuju pada hari Sabtu. Muhammad Idris menekankan bahwa Pemprov Sulbar bertekad agar festival *Sandeq* dapat diakui di tingkat internasional sebagai salah satu perlombaan unik dan khas yang tidak ditemukan di negara lain. Hal ini diharapkan dapat membawa perhatian lebih luas terhadap warisan budaya Sulbar. Lebih lanjut, Sekda Sulbar menegaskan pentingnya dukungan yang berkelanjutan terhadap pemilik perahu *Sandeq*, mengingat mereka memiliki peran vital dalam melestarikan tradisi ini. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Pemprov untuk mengintegrasikan festival *Sandeq* ke dalam agenda nasional, sehingga dapat mendukung pelestarian warisan budaya daerah. Idris juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Sulbar merasa bangga akan keberadaan *Sandeq* sebagai salah satu ikon budaya nasional. Ia berharap generasi muda Sulbar mampu memahami dan menghargai tradisi ini, sehingga terus dilestarikan di masa yang akan datang. Dalam festival tersebut, sebanyak 47 perahu *Sandeq* ikut berpartisipasi merayakan Hari Ulang Tahun Sulbar dengan berlayar di sepanjang perairan yang membentang sekitar 700 kilometer. Perahu *Sandeq* dikenal sebagai perahu layar berukuran kecil, namun memiliki kemampuan luar biasa untuk mengarungi lautan. Muhammad Idris percaya bahwa semangat dan keberanian dalam mengemudikan perahu ini harus diperjuangkan sebagai warisan budaya, demi mendorong kemajuan dan perkembangan Sulbar di masa depan. ANTARA