BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Ketua Sementara DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rudi Heriyadi, mengungkapkan komitmennya untuk membangun "Kota Seribu Sungai" secara berkelanjutan, seiring dengan perayaan usia 498 tahun kota tersebut pada tahun 2024 mendatang. Dalam pernyataannya setelah mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD yang berlangsung di Banjarmasin, Rudi menekankan pentingnya penerus kepemimpinan Kota Banjarmasin untuk meneruskan pembangunan yang telah dirintis oleh kepala daerah sebelumnya. Dia menjelaskan bahwa upaya ini sejalan dengan tema perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang akan datang, yaitu "Kayuh Baimbai untuk keberlangsungan pembangunan berkelanjutan yang Baiman". Rudi berpendapat bahwa seiring pertumbuhan umur kota yang kini mencapai 498 tahun, Banjarmasin harus terus berupaya untuk berkembang menjadi kota yang maju di berbagai sektor. Ia juga menyatakan harapannya agar Banjarmasin dapat menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali, sesuai dengan semangat slogan *Baiman*, yang berarti *barasih wan nyaman*. "Semua aspek pembenahan harus terus ditingkatkan, terutama dalam mencapai keberhasilan, sehingga kota ini bisa benar-benar nyaman bagi warga dan pengunjung," ujar Rudi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pencapaian pembangunan yang dirasakan saat ini adalah hasil dari kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif, mulai dari perencanaan anggaran hingga penetapan peraturan daerah. "Dalam konteks ini, kita juga perlu terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan dan lembaga legislatif yang merupakan gambaran dari masyarakat," tambahnya. Rudi berharap, sinergi antar lembaga terkait akan terus terjalin dengan baik, sehingga aspirasi masyarakat dapat terwujud dengan baik dalam berbagai aspek pembangunan. Di sisi lain, Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Banjarmasin, H Harry Wijaya, menyampaikan informasi mengenai sejarah singkat pembentukan Kota Banjarmasin yang bermula pada masa Kesultanan Banjar. Kota Banjarmasin didirikan pada tanggal 24 September 1526 dan pada awalnya diberi nama Bandar Masih, yang berarti *Desa Olong Masih*. Nama tersebut berubah menjadi Banjarmasin karena lebih mudah diucapkan oleh penjajah Belanda. Kini, Kota Banjarmasin telah dikenal luas sebagai salah satu kota besar di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan dan jasa. ANTARA