BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri, Asmawa Tosepu, telah mencatat sejumlah pencapaian signifikan selama menjalankan tugasnya sebagai Penjabat Bupati Bogor. Sebagai pejabat sementara yang dilantik hingga 21 September 2024, ia berhasil mendorong perkembangan dan berbagai inisiatif di daerah tersebut. Jabatan Penjabat Bupati Bogor kini akan diisi oleh Dr. Ir. Bachril Bakri, yang merupakan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Dalam Negeri. Penunjukan ini dilakukan menjelang Pemilihan Kepala Daerah yang akan berlangsung serentak pada 27 November 2024, di mana Kementerian Dalam Negeri telah lama melakukan persiapan dengan menunjuk Penjabat Kepala Daerah yang bertanggung jawab. Meskipun hanya bertugas sebagai Penjabat Bupati hingga akhir tahun 2023, Asmawa telah melakukan berbagai terobosan penting, terutama dalam penataan kawasan wisata di Puncak serta penyelesaian konflik yang berkaitan dengan transportasi angkutan tambang di wilayah Parungpanjang. Salah satu aspek yang menjadi fokus perhatian adalah penertiban pedagang kaki lima di kawasan Puncak. Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan mereka ke tempat yang lebih teratur, yakni di area istirahat yang telah disiapkan, sehingga membuat tampilan lokasi wisata ini menjadi lebih teratur dan rapi. Lebih dari sekadar penataan fisik, Asmawa memiliki visi agar Puncak dapat mencerminkan identitas budaya lokal, terutama budaya Sunda yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bogor. Ia mendorong terjalinnya sinergi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam proses ini, yang dilaksanakan secara kolaboratif mulai dari penataan hingga pengisian area yang telah tertata dengan baik. "Penataan kawasan wisata Puncak bukan sekadar menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk memastikan bahwa masyarakat Bogor merasa seperti tuan rumah di tempat mereka sendiri," ungkapnya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Asmawa melibatkan seniman dan budayawan lokal dalam memberikan masukan mengenai simbol-simbol budaya yang dapat diaplikasikan di Puncak. Ia berharap bahwa seluruh wilayah Kabupaten Bogor, termasuk area pemerintahan, dapat mencerminkan unsur budaya Sunda dalam desain arsitektur dan suasana lingkungan, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan kedalaman budaya setempat. Selain fokus pada pengembangan pariwisata, Asmawa juga mengambil inisiatif dalam mengatasi masalah lalu lintas yang disebabkan oleh aktivitas truk tambang di Parungpanjang. Ia mengoptimalkan penggunaan kantong parkir truk untuk mendukung upaya pembatasan jam operasional truk, yang diharapkan dapat menghasilkan solusi yang menguntungkan bagi para pengusaha, pengemudi truk, serta masyarakat sekitar. "Kami ingin memastikan bahwa masyarakat lokal yang mengandalkan sektor tambang tetap dapat bekerja tanpa mengganggu ketertiban umum," tandasnya. Asmawa mengakui bahwa masih terdapat beberapa pekerjaan yang belum selesai, namun ia berharap bahwa penggantinya dapat melanjutkan program-program yang sudah ada. Ia menekankan pentingnya agar setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendapatkan pengakuan sebagai Pemerintah Daerah Kategori Pratama dalam Pencapaian *Universal Health Coverage* (UHC) oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dengan pencapaian UHC di Kabupaten Bogor, sekitar 97,48 persen penduduk di wilayah ini telah memiliki akses jaminan kesehatan yang cepat dan mudah. Asmawa juga memberikan pesan kepada jajaran pemerintahan daerah agar tetap mengedepankan prinsip Berbaur atau Babarengan, Akur, dan Makmur. Prinsip ini menjadi semangat dalam merumuskan serta melaksanakan kebijakan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai lapisan. "Penting untuk selalu menekankan nilai-nilai kearifan lokal. Upaya penataan kawasan Puncak ini menunjukkan semangat babarengan dengan melibatkan semua tingkatan pemerintahan dan sektor swasta yang berkontribusi,” pungkasnya. ANTARA