JAKARTA –
**Borneonews - Islamabad**, Pakistan baru saja mengumumkan adanya tiga penambahan kasus baru polio, menjadikan total kasus yang dilaporkan sepanjang tahun 2024 menjadi 21 kasus. Informasi ini disampaikan oleh berbagai media lokal pada hari Sabtu. Kasus-kasus baru tersebut terdeteksi di beberapa wilayah, termasuk provinsi Sindh yang terletak di selatan, Balochistan di barat daya, serta Khyber Pakhtunkhwa di barat laut. Laporan tersebut berasal dari stasiun televisi lokal Samaa TV. Dalam sebuah pernyataan resmi, Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Ali Amin Gandapur, mengungkapkan bahwa provinsi itu mencatatkan kasus polio pertamanya tahun ini. Kasus tersebut mengakibatkan seorang gadis berusia sembilan bulan dari distrik Mohmand mengalami kelumpuhan. Menyusul terdeteksinya kasus ini, Gandapur juga memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap seorang pejabat kesehatan distrik serta koordinator program pemberantasan polio setempat. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Pakistan melaporkan hanya enam kasus polio di tahun 2023, di mana empat di antaranya terjadi di Khyber Pakhtunkhwa. Hingga kini, Balochistan mencatatkan 14 kasus, diikuti Sindh dengan empat kasus, Punjab satu kasus, dan Khyber Pakhtunkhwa satu kasus. Di awal bulan ini, Islamabad juga melaporkan satu kasus. Polio merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, disebabkan oleh *poliovirus*, yang terutama mengancam anak-anak berusia di bawah lima tahun. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat berakibat fatal, seperti kelumpuhan permanen atau kematian. Upaya pemberantasan polio di Pakistan mengalami berbagai tantangan, salah satunya adalah ancaman kekerasan. Tim-tim yang terlibat dalam penanganan polio sering menjadi target serangan dari kelompok militan, yang juga mengincar aparat kepolisian yang bertugas memberikan perlindungan kepada mereka. ANTARA