**Borneonews - Ternate**, Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, mengakui bahwa timnya kehilangan fokus saat menghadapi Bali United dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada malam hari Sabtu (21/9). Akibat ketidakfokusan tersebut, Malut United harus menerima kekalahan telak dengan skor 1-4.
Imran menyatakan bahwa sejak awal, ia sudah memperkirakan bahwa pertandingan melawan Bali United tidak akan berlangsung mudah, terutama melihat performa tim lawan di pertandingan sebelumnya. Ia menyoroti bahwa gangguan waktu akibat cedera pemain membuat para pemainnya kehilangan konsentrasi.
Permainan sempat terhenti cukup lama untuk memberi penanganan medis kepada Yance Sayuri, seorang pemain Malut United yang mengalami cedera pada bagian dada dan leher akibat benturan. Yance bahkan sempat tak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Di babak pertama, Malut United bermain dengan formasi yang berbeda dibandingkan dengan laga sebelumnya melawan Borneo FC. Tim ini mampu mengontrol permainan di awal pertandingan, terutama dengan serangan-serangan dari sisi sayap yang mengancam pertahanan Bali United. Malut United seakan berada di jalur kemenangan ketika Yance Sayuri berhasil mencetak gol menjelang akhir babak pertama pada menit ke-41, memanfaatkan umpan dari Yakob Sayuri.
Namun, keadaan berubah ketika Cassio Scheid melakukan kesalahan dalam menghalau bola yang berujung pada gol bunuh diri menjelang akhir babak pertama di menit ke-45+2, yang membuat skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Bali United memperlihatkan performa yang jauh lebih baik dan berhasil mengubah permainan setelah melakukan beberapa pergantian pemain. Tim tamu menembakkan sembilan kali ancaman ke gawang Malut United, di mana tiga di antaranya berhasil menjadi gol, menciptakan tekanan yang lebih berat bagi tuan rumah.
Petaka bagi Malut United datang pada menit ke-66 ketika Yance mengalami cedera, dan waktu yang lama untuk penanganan sang pemain membuat konsentrasi seluruh tim terganggu. Imran mengakui bahwa kondisi Yance sangat mengkhawatirkan, dan hal itu berdampak besar pada performa timnya.
Bali United mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan mencetak gol kedua melalui Made Tito pada menit ke-67, diikuti oleh gol M. Rahmat di menit ke-83 dan Irfan Jaya di menit ke-90+9. Meskipun Malut United memiliki peluang melalui sundulan Jorge Ivan Correa, kiper Maringa berhasil melakukan penyelamatan luar biasa, menggagalkan usaha Malut untuk mencetak gol lagi.
Di akhir pertandingan, Malut terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Tatsuro Nagamatsu mendapat kartu merah akibat pelanggaran keras pada menit ke-90.
Imran memberikan selamat kepada Bali United atas kemenangan mereka dan menyatakan bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa. Ia menegaskan akan melakukan perbaikan sebelum pertandingan mendatang.
Safrudin Tahar, sebagai perwakilan pemain Malut, meminta maaf kepada seluruh suporter atas kekalahan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh tim telah berusaha keras. Ia menambahkan bahwa dalam olahraga, terkadang hasil tidak sesuai harapan.
Mendatang, Malut United akan melakoni laga tandang melawan PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo, pada Kamis (26/9) pukul 19.00 WIB.
ANTARA
Imran Akui Malut United Kehilangan Fokus Usai Kekalahan 1-4
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Komentar (0)
Memuat komentar…







