JAKARTA –
**Borneonews - Roma** Ribuan warga berkumpul di jalanan pusat kota Roma pada hari Sabtu, 21 September, untuk menyampaikan protes menentang apa yang mereka sebut sebagai *genosida* di Palestina. Sekitar 4.000 orang mengikuti aksi demonstrasi ini, menuntut agar pemerintah Israel segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan penindasan terhadap rakyat Palestina. Dalam demonstrasi tersebut, para peserta mengecam tindakan Israel yang terjadi di wilayah pendudukan, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon. Para demonstran terlihat membawa bendera Palestina, disertai spanduk yang berisi tulisan menuntut penghentian *genosida*, sambil meneriakkan seruan-seruan seperti "Bebaskan Palestina" dan "Netanyahu pembunuh." Aksi ini juga ditujukan untuk mengkritik pemerintah Italia, terutama di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Giorgia Meloni. Para pengunjuk rasa menilai bahwa pemerintah Italia terlibat dalam tindakan yang dilakukan oleh Israel. Salah seorang peserta bernama Michela mengekspresikan keprihatinannya tentang berlanjutnya kekerasan itu. Ia menyatakan, "Hampir setahun *genosida* ini berlangsung, dan terlihat sekarang bahwa mereka ingin menghancurkan bukan hanya Gaza, tetapi juga seluruh Tepi Barat, wilayah Palestina, bahkan Lebanon." Sementara itu, peserta lainnya, Sara, menggarisbawahi pentingnya melanjutkan aksi protes tersebut. Ia bertekad untuk terus melakukan demonstrasi sampai keadilan bagi Palestina tercapai dan menegaskan bahwa "Palestina merdeka adalah sebuah hak." Aksi ini menunjukkan semakin meningkatnya solidaritas masyarakat internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah krisis yang berkepanjangan. ANTARA