JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Banjir besar yang melanda wilayah selatan Polandia telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Menurut informasi dari Jan Grabiec, kepala kantor perdana menteri Polandia, sekitar 57.000 warga terpengaruh secara langsung oleh bencana ini. Hal ini diungkapkan dalam sebuah rapat tanggap darurat yang berlangsung pada hari Sabtu. Grabiec, yang juga merupakan kepala staf Perdana Menteri Donald Tusk, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, lebih dari 2,39 juta orang diperkirakan terimbas oleh kondisi bencana alam yang telah dinyatakan berlaku di 749 kota serta desa di Polandia. Dari total angka tersebut, jelas bahwa jumlah warga yang mengalami dampak langsung akibat banjir sangat signifikan. "Saat ini, jumlah yang kami laporkan mencapai 57.000 warga," ungkap Grabiec, menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat provisional dan dapat berubah seiring dengan perkembangan situasi di lapangan. Hujan deras yang melanda menyebabkan sungai-sungai di wilayah ini meluap, yang mengakibatkan, setidaknya, 20 korban jiwa dan memaksa 6.544 orang untuk meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman. Lebih lanjut, Grabiec menjelaskan kondisi infrastruktur yang rusak. Ia melaporkan bahwa sekitar 11.502 rumah tinggal dan gedung apartemen mengalami kerusakan, disamping 6.033 fasilitas rumah tangga dan 724 fasilitas publik. Fasilitas publik yang terdampak meliputi sekolah, jalan, dan jembatan yang terendam air. Dalam beberapa hari terakhir, Badai Boris telah menghantam Eropa Tengah dengan curah hujan yang sangat tinggi, yang menyebabkan sungai-sungai, terutama *Danube*, meluap. Negara-negara yang paling merasakan dampak dari kejadian ini adalah Polandia, Republik Ceko, Slowakia, serta wilayah Alpen di Jerman selatan dan Austria. Bencana ini menunjukkan betapa rentannya wilayah tersebut terhadap perubahan cuaca ekstrim yang semakin sering terjadi. ANTARA