SAMARINDA –
**Borneonews - Penajam Paser Utara**, Kemajuan pembangunan infrastruktur di Kota Nusantara, yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, telah mencapai angka 93 persen pada tahap pertama pelaksanaannya. Kepala Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara, Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan bahwa progres ini menunjukkan hasil yang signifikan. "Saat ini, pembangunan tahap satu infrastruktur Kota Nusantara sudah mencapai 93 persen," katanya saat memberikan keterangan di Penajam. Infrastruktur yang sedang dibangun pada tahap awal ini mencakup berbagai fasilitas penting, seperti gedung pemerintahan, rumah tapak untuk para menteri, serta rumah susun bagi aparatur sipil negara. Danis menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat 20 unit rumah tapak menteri yang telah selesai dibangun, sementara 14 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Diharapkan, pada bulan Oktober 2024, sebanyak 28 unit rumah tapak menteri dapat sepenuhnya rampung. Selain itu, peresmian sejumlah gedung yang telah selesai juga dijadwalkan berlangsung pada oktober 2024 di kawasan inti pusat pemerintahan atau KIPP Kota Nusantara. "Kami berharap jadwal peresmian sejumlah gedung di KIPP Kota Nusantara bisa terealisasi sesuai rencana," imbuhnya. Target peresmian mencakup beberapa gedung Kementerian Koordinator I, II, dan IV, yang direncanakan untuk diresmikan bersamaan pada bulan yang sama. Selain itu, Istana Garuda dan Istana Negara juga dalam daftar prioritas untuk peresmian. Kedua istana ini memiliki makna simbolis sebagai representasi ibu kota baru Indonesia dan diharapkan dapat diresmikan sebelum Presiden Joko Widodo mengakhiri masa jabatannya. Perlu dicatat bahwa Istana Negara telah digunakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024, serta sebagai lokasi rapat koordinasi yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan TNI/Polri. Selain itu, Istana Garuda juga telah menjadi tempat pelaksanaan sidang kabinet paripurna oleh Presiden Jokowi, yang berlangsung pada bulan Agustus dan September 2024. ANTARA