BORNEONEWS, Kasongan - Puluhan pendemo dari 15 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Kabupaten Katingan menggelar aksi demo damai di Kantor DPRD setempat. Jumat (5/8/2016). Para pendemo ini minta pengedar dan pemakai narkoba dihukum berat. Akibat pengaruh narkoba ini bisa merusak generasi pemuda anak bangsa, termasuk di Katingan.

Puluhan pemuda itu berangkat dari Kantor DPD KNPI Jalan Tjilik Riwut Km2,5 Kasongan dan tiba di Kantor DPRD pukul 08.00 Wib. Dengan pengawalan aparat Kepolisian dan Satpol PP, mereka langsung menggelar orasi di depan Kantor DPRD Katingan.

Mereka juga membawa karton putih dengan berbagai macam tulisan yang intinya mengutuk para pengedar dan pengguna narkoba ini. Di antaranya: wakil rakyat jangan diam dari pembinasan anak bangsa yang mengonsumsi narkoba, kemudian Save Katingan dari generasi takatek, kutuk bandar Zenith.

Selanjutnya ada tulisan, Pak Polisi tembak bandar narkoba, narkoba hambat Katingan, tindak tegas oknum yang terlibat, mari melawan bandar zenith.

Saat melakukan orasi. Permina perwakilan dari mahasiswa mengaku geram dengan makin maraknya penggunaan narkoba, termasuk Zenith di Kabupaten Katingan.

"Bagaimana bisa meraih mimpi-mimpi kita kalau para pemudanya mabuk narkoba. Untuk itu pengedar dan pengguna narkoba ini harus dihukum berat,' katanya.

Ia juga mohon kepada pemerintah dan aparat keamanan jangan berleha-leha dan jangan kecewakan kepercayaan masyarakat terkait masalah ini.

"Kepada aparat Kepolisian, jangan biarkan para pengedar ini. Hidup pemudan. Allahu akbar," teriak Permina.

Sementara, menurut Iskandar perwakilan dari KNPI Katingan, aparat harus bertindak serius. "Ini seakan dibiarkan begitu saja, jangan-jangan para pengedar ini adalah oknum aparat," katanya.

Untuk itu semua pihak terutama aparat penegak hukum jangan terlelap, pasalnya narkoba ini sudah sangat darurat sekali.

"Makanya kita datang ke sini meminta perwakilan DPRD yang ada, mari kita bicarakan tentang kondisi daerah kita. Jangan hanya duduk, jangan sekadar membicarakan proyek-proyek saja, sebab ini memprihatinkan," teriak Iskandar.

Dalam kesempatan itu pendemo mendesak kepada bupati, DPRD, kepolisian, dan BNK segera melakukan langkah terkait pemberantasan narkoba ini.

Hingga berita ini ditulis, para pendemo masih berorasi di halaman gedung DPRD Katingan. (ABDUL GOFUR/m)