JAKARTA –
**Borneonews - Budapest**, Permukaan sungai Danube kini meluap di ibu kota Hungaria, Budapest, mencatatkan tingkat ketinggian baru yang mencapai 830 sentimeter pada hari Sabtu, 21 September. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita nasional setempat, MTI. Pada pagi hari ini, sekitar pukul 05.00 waktu setempat, air sungai memuncak sebelum kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Diperkirakan, dalam dua hingga tiga jam ke depan, tingkat air akan menurun sekitar dua sentimeter. Banji yang melanda kota ini mencatatkan level tertinggi keempat dalam sejarah, melebihi beberapa sentimeter dari rekor yang terjadi pada tahun 2010. Perdana Menteri Viktor Orban memberikan pernyataan di hadapan media, mengindikasikan bahwa pembukaan kembali tepi sungai Danube mungkin dapat dilakukan paling cepat pada pekan depan. Kendati demikian, dia memperingatkan bahwa penurunan tingkat air akan berlangsung dengan lambat. Berdasarkan ramalan yang disampaikan oleh otoritas pengelolaan air negara tersebut, sangat mungkin tingkat air dapat turun menjadi 620 sentimeter pada 25 September mendatang. Jika prediksi ini terbukti benar, akses lalu lintas di sepanjang tepi sungai mungkin dapat dibuka kembali. Hal ini berpotensi mengurangi kemacetan yang melanda kota. Banjir yang parah ini juga mengakibatkan sejumlah korban jiwa. Pada awal pekan ini, Badai Boris telah melanda beberapa wilayah Eropa Tengah dan Timur, menyebabkan puluhan ribu orang terpaksa dievakuasi dari rumah mereka di negara-negara seperti Austria, Republik Ceko, Hongaria, Rumania, dan Slovakia. Jumlah korban yang dilaporkan saat ini mencapai setidaknya 20 jiwa, dengan rincian tujuh di Rumania, lima di Polandia, lima di Austria, dan tiga di Republik Ceko. Sementara itu, setelah menimbulkan dampak di Austria, Republik Ceko, Polandia, dan Rumania, banjir ini diperkirakan akan meluas ke Slovakia dan Hongaria. Hal ini disebabkan oleh sistem tekanan rendah yang berasal dari utara Italia yang membawa curah hujan tinggi di kawasan tersebut. ANTARA