**Borneonews - Yogyakarta**, Alternativa Film Project, sebuah inisiatif film nirlaba global yang didirikan oleh perusahaan teknologi internasional inDrive, telah resmi meluncurkan edisi kedua dari Alternativa Film Awards di Kota Yogyakarta. Peluncuran ini menunjukkan komitmen dan inovasi dalam dunia perfilman, terutama di kawasan Asia Tenggara.
Liza Surganova, selaku Kepala Alternativa Film Project, menyampaikan rasa antusiasme dan kehormatan timnya atas peningkatan yang signifikan dalam jumlah kiriman film pada tahun kedua penghargaan ini. Hal ini menandakan ketertarikan yang luar biasa dari komunitas perfilman terhadap proyek ini, mulai dari pembuat film hingga penonton.
Pada tahun ini, Alternativa Film Project juga memperkenalkan Festival Film dalam rangkaian acara penghargaan. Tujuannya adalah untuk mempertemukan para sineas dan karya-karya mereka yang berdampak dengan audiens, serta untuk memicu diskusi publik mengenai isu-isu yang relevan dan menjadi perhatian bersama.
Alternativa Film Awards and Festival menawarkan sebuah pendekatan baru untuk mengakui para sineas dari industri yang sedang berkembang dan belum banyak dikenal. Dengan demikian, acara ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas karya-karya mereka di tingkat global.
Acara ini juga diharapkan dapat menjadi ajang penghargaan bagi prestasi artistik dan dampak sosial dari sinema. Kehadiran Alternativa Film Awards di Indonesia menjadi langkah yang menarik setelah keberhasilan edisi perdana yang diadakan di Kazakhstan pada tahun 2023. Edisi kedua penghargaan ini akan memperluas fokusnya ke pasar di Indonesia dan Asia Tenggara.
GIK UGM, sebuah pusat inovasi kreatif yang terletak di kompleks Universitas Gadjah Mada, ditunjuk sebagai tuan rumah untuk upacara penghargaan serta beberapa kegiatan festival film. Event ini akan menampilkan 16 pemutaran film gratis untuk masyarakat umum yang merupakan nomine tahun ini, serta diskusi yang berfokus pada isu-isu yang penting bagi masyarakat luas dan para profesional, melibatkan pembuat film baik lokal maupun internasional.
Garin Nugroho, Chief Program Officer di GIK UGM, menekankan bahwa festival ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemutaran film, tetapi juga menyediakan forum untuk berdiskusi. Program ini bertujuan untuk memberi perspektif baru tentang bagaimana sinema dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat serta memperkaya ruang-ruang budaya yang ada.
Acara Alternativa Film Awards ini lebih bervariasi dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Rangkaian acara termasuk Festival Film dengan pemutaran dan diskusi dari tanggal 22 hingga 28 November 2024, Impact Days yang meliputi program internasional seperti lokakarya, showcase, dan pertemuan bagi profesional film pada 27-28 November 2024, serta upacara penghargaan yang akan diadakan pada 29 November 2024.
Dalam persiapan menjelang acara besar ini, tim Alternativa juga akan menjalankan program Industry Days, yang merupakan sebuah inisiatif internasional yang berisi lokakarya, pameran, dan pertemuan untuk sineas, produser, serta organisasi yang berfokus pada perubahan sosial melalui film.
Wahyu Ramadhan, Manajer Komunikasi inDrive Indonesia, menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan dampak positif dari program-program tersebut, mereka meluncurkan inisiatif yang disebut *inVision*. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi ketidakadilan dalam alokasi sumber daya di bidang pendidikan, industri kreatif, perusahaan rintisan, serta olahraga, sehingga menjadikan semua bidang tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas. Alternativa Film Project menjadi bagian penting dari inisiatif ini.
Pendaftaran untuk Alternativa Film Awards 2024 telah ditutup pada tanggal 18 Agustus lalu. Para sineas dari seluruh Asia diundang untuk mengirimkan film berdurasi penuh dari segala genre, sementara film pendek hanya dapat dikirimkan oleh sineas dari Asia Tenggara.
Tim Alternativa menerima total 1.043 entri dari 33 negara, yang menunjukkan peningkatan jumlah yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 680 kiriman (208 film berdurasi penuh dan 472 film pendek) dinyatakan memenuhi syarat. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah entri teratas, yakni 206, diikuti oleh Filipina dengan 132 entri, Malaysia dengan 58 entri, Vietnam 56 entri, serta India dan Thailand yang masing-masing mengirimkan 40 entri.
ANTARA
Alternativa Film Awards 2024 di Yogyakarta, Festival dan Penghargaan Sinema
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







