BANDUNG –
**Borneonews - Kabupaten Bandung**, Pemerintah Kabupaten Bandung, yang terletak di Jawa Barat, kini tengah melaksanakan asesmen terhadap berbagai bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 5.0 *magnitudo* yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu, 18 September. Proses ini mencakup pemeriksaan terhadap fasilitas umum dan rumah tinggal warga yang terdampak. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan bahwa tahap asesmen merupakan salah satu langkah penting dalam penanganan pascagempa bumi ini. Ia menekankan perlunya pelatihan dan bimbingan teknis bagi tim yang ditugaskan untuk melakukan asesmen. "Tim ini perlu dilengkapi dengan pengetahuan yang memadai agar hasil asesmen dapat menunjang proses pemulihan dengan baik," ujar Dadang. Dalam proses asesmen tersebut, tim yang terdiri dari 50 personel akan mengunjungi lokasi-lokasi terdampak untuk mengevaluasi tingkat kerusakan bangunan. Mereka akan menentukan apakah bangunan tersebut mengalami kerusakan berat, sedang, atau ringan. Hal ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Dadang menambahkan bahwa untuk bangunan dengan kerusakan berat, BNPB akan memberikan bantuan maksimal sebesar Rp 60 juta. Sementara itu, kerusakan sedang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 30 juta, dan kerusakan ringan menerima Rp 15 juta. "Semua ini harus didasarkan pada data yang akurat dan faktual dari lapangan,” tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa bangunan yang tidak memenuhi kategori bantuan dari BNPB akan dialokasikan pembiayaan melalui APBD Provinsi Jawa Barat atau APBD Kabupaten Bandung. "Kami juga akan berkolaborasi dengan Baznas untuk menghindari tumpang tindih dalam penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak," tambahnya. Di hari pertama setelah terjadinya gempa, laporan awal menyatakan bahwa lebih dari 5.000 rumah dan bangunan mengalami kerusakan, dengan Kecamatan Kertasari dan Pangalengan sebagai daerah yang paling parah terdampak. Kini, total kerugian mencakup sekitar 8.400 rumah, serta 38 bangunan untuk sarana ibadah, pendidikan, dan kesehatan. Bahkan, madrasah dan pesantren juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Bupati Dadang berharap agar proses asesmen ini dapat diselesaikan dalam dua hari ke depan agar perbaikan dapat segera dilakukan. "Kami berkomitmen untuk mengatasi pascagempa dengan cepat, terutama karena kita akan segera menghadapi musim hujan," tuturnya. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak dan meminimalisir kerugian lebih lanjut. ANTARA