JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa proses pembebasan Pilot Susi Air yang bernama Kapten Philip Mark Mehrtens melibatkan serangkaian pendekatan yang panjang dan strategis. Pendekatan *soft approach* ini melibatkan banyak pihak dan elemen penting di masyarakat. Agus menjelaskan bahwa visi dan misinya sebagai Panglima TNI adalah untuk membebaskan sandera dengan cara yang damai. Ia menyatakan, "Kita sudah lama melakukan negosiasi, melibatkan berbagai elemen dari TNI, Polri, hingga Forkopimda di wilayah tersebut, dan juga tokoh agama, masyarakat, serta pemuda. Alhamdulillah, pada pagi kemarin, Philip Mark Mehrtens berhasil diserahkan kepada kami." Setelah proses pembebasan, Agus melanjutkan bahwa Philip Mehrtens kini sudah diserahkan kepada Pemerintah Selandia Baru dan diterima langsung oleh duta besar negara tersebut di Indonesia. "Tadi malam, bersama Kapolri dan Menko Polhukam, kami melakukan penyerahan atas nama pemerintah kepada pemerintah Selandia Baru, dan diterima oleh duta besarnya," tambahnya. Selanjutnya, Panglima TNI tersebut menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam proses pembebasan pilot tersebut. Ia mengatakan, "Kita akan memberikan apresiasi. Semua prajurit yang berprestasi akan kami berikan *reward*, sementara yang melanggar akan diberikan *punishment*. Ini adalah bagian dari visi dan misi saya." Philip Mark Mehrtens adalah seorang pilot berkewarganegaraan Selandia Baru yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari 2023. Tim Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 selanjutnya melaksanakan pendekatan dengan melibatkan tokoh agama, pihak gereja, masyarakat adat, serta keluarga dekat dari Egianus Kogoya, dan upaya ini akhirnya membuahkan hasil. Pada hari Sabtu, proses evakuasi Philip dijalankan oleh Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz, yang berhasil menjemputnya di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga. Setelah itu, anggota Satgas mengantarkan Mehrtens ke Timika untuk pemeriksaan kesehatan, dan setelah dinyatakan dalam keadaan sehat, ia diterbangkan dari Timika menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara. Akhirnya, pesawat TNI AU yang membawa Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens tiba di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada hari Sabtu pukul 22.26 WIB. ANTARA