BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Tiur Simatupang mengaku sudah mulai menangani kesehatan bayi Raka, dengan dalih tak akan membiarkan warganya terlantar,
Pemerintah Kota Palangka Raya memang ditunjuk Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran untuk mengawasi dan menangani pembiayaan pengobatan bagi Rakawindra Dwi Putra, putra dari Ady Zailani dan Yuliana Ika Susanti, warga Jalan Rajawali VI Blok 2 No 5 Palangka Raya.
Menurut Tiur saat dihubungi via telepon, Jumat (5/8/2016), upaya membantu bayi Raka akan dimulai setelah ada kejelasan terkait kapan bayi Raka akan dirujuk ke rumah sakit yang dapat memberikan tindakan medis yang lebih intensif lagi. Misalnya, melaksanakan transplantasi hati.
Tapi tentu upaya membantu ini tidak akan berhenti di situ saja. Pihaknya akan terus memantau sejauhmana penanganannya nanti. Terlebih dengan memiliki kartu anggota BPJS, setidaknya bayi Raka akan sedikit terbantu.
"Sejak gencarnya berita terkait kondisi bayi Raka, Pemko melalui Dinkes Kota, tentu tidak akan membiarkan warganya. Itu memang harus mendapat uluran tangan pemerintah. Terlebih saat ini, pemerintah secara tersentral, tetap mengutamakan pelayanan terhadap kesehatan masyarakatnya. Apalagi bila ada pihak-pihak yang membantu, maka akan lebih baik lagi," katanya.
Memang sebelumnya ada juga para relawan yang membantu mengumpulkan dana untuk pengobatan bayi Raka, salah satunya Kopi Jos Palangka Raya. Rizky R Badjuri, pemilik Kopi Jos mengatakan pada Rabu (3/8/2016) pihaknya sudah menyerahkan seluruh donasi yang dikumpulkan dalam kurun waktu 25 Juli 2016 - 2 Agustus 2016 yang berjumlah Rp15.134.504 kepada orang tua Raka di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Ruang Flamboyan F2. (TESTI PRISCILLA/m)








