JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Pemerintah Jerman menyatakan keprihatinannya terkait meningkatnya ketegangan antara Hizbullah dan Israel yang telah menjadi sorotan pada hari Sabtu. Dalam sebuah pernyataan resmi, Jerman mendesak perlunya penyelesaian diplomatik guna menghindari terjadinya kekacauan yang lebih besar di kawasan tersebut. Pernyataan tersebut menyoroti betapa sulitnya situasi yang dihadapi warga sipil di Lebanon, yang terjebak di tengah baku tembak. Dalam konteks ini, banyak masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik secara langsung tetapi hidup dalam keadaan ketakutan dan teror akibat situasi yang tidak stabil. Pemerintah Jerman memperingatkan bahwa konflik yang terjadi antara Israel dan Hizbullah sangat mungkin meluas menjadi konflik yang lebih besar, berpotensi mengakibatkan konsekuensi yang mengerikan dan berkepanjangan bagi seluruh kawasan. Dalam hal ini, Berlin menekankan pentingnya upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menegaskan kembali kebutuhan akan suatu resolusi diplomatik. Lebih lanjut, pernyataan tersebut menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi yang damai guna mengatasi krisis ini. Saat ini, Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam serangkaian serangan lintas perbatasan, yang dimulai seiring dengan konflik yang muncul akibat perang antara Israel dan Gaza. Sejak berlangsungnya perang tersebut, jumlah korban tewas mencapai hampir 41.400 orang, di mana sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Korban tersebut termasuk yang jatuh setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu. ANTARA