JAKARTA –
**Borneonews - Beirut**, Hizbullah menginformasikan bahwa jumlah korban jiwa akibat konflik bersenjata dengan Israel telah mencapai angka 501. Laporan ini disampaikan oleh kelompok yang berbasis di Lebanon tersebut pada Minggu dini hari, setelah pertempuran antara kedua pihak dimulai pada tanggal 8 Oktober 2023. Dalam laporan terbaru, Hizbullah menyebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir, jumlah anggotanya yang tewas bertambah menjadi 17 orang. Di antara yang dilaporkan meninggal adalah Muhammad Hussein Ubeid dan Abbas Mahmoud Salih. Sebelumnya, kelompok ini juga mengungkapkan bahwa serangan udara Israel di Beirut telah menyebabkan kematian 15 anggotanya, termasuk mantan komandan Pasukan Radwan, Ahmed Mahmoud Wahbi. Tentara Israel, melalui pernyataan resmi, mengungkapkan rincian mengenai serangan udara yang dilakukan di Lebanon. Mereka menyatakan ada 290 lokasi yang menjadi target dan menyiapkan ribuan roket untuk diluncurkan, yang mencakup peluncur roket serta artileri. Selain itu, Israel mengeklaim bahwa mereka telah menghancurkan infrastruktur militer yang dimiliki oleh Hizbullah. Situasi ketegangan di perbatasan semakin memburuk setelah serangan udara Israel yang menargetkan para pemimpin Hizbullah di Beirut. Ketersediaan informasi dari kedua belah pihak menandakan bahwa konflik ini berpotensi semakin berkepanjangan dan semakin mempengaruhi stabilitas di kawasan. ANTARA