BOGOR –
**Borneonews - Bekasi**, Sebanyak tujuh jasad ditemukan di aliran Kali Bekasi, tepatnya di kawasan Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Penemuan ini terjadi pada hari Minggu dan diduga kuat merupakan para pelaku tawuran yang berusaha melarikan diri dengan melompat ke dalam sungai. Menurut keterangan warga setempat bernama Bagus, ketujuh jasad tersebut merupakan individu yang terlibat dalam tawuran. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu dini hari, di mana mereka melompat ke aliran Kali Bekasi saat dikejar oleh aparat kepolisian. Bagus menjelaskan bahwa informasi mengenai tawuran itu diperoleh dari tim presisi, yang kemudian membuat para pelaku panik dan melompat ke dalam sungai sebagai upaya untuk melarikan diri. "Iya, mereka itu ketahuan mau tawuran oleh tim presisi, lalu kabur. Tim presisi datang untuk mendekati mereka, kemungkinan karena panik, mereka melompat ke sungai," ungkap Bagus saat berada di lokasi kejadian. Dari informasi yang didapat, para korban diduga berusaha menghindari kejaran polisi dengan berenang menuju lokasi yang aman. Bagus juga menambahkan bahwa pada malam tersebut, dirinya bersama beberapa temannya ikut serta dalam mengamankan sejumlah remaja yang hendak terlibat dalam tawuran. "Saya bersama teman-teman berhasil mengamankan enam orang remaja, termasuk dua yang juga tidak bisa berenang," lanjutnya. Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Dani Hamdani, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Penyelidikan berfokus pada informasi yang bersumber dari saksi mengenai kemungkinan para korban melompat ke dalam kali untuk menghindari penangkapan polisi saat tawuran berlangsung. "Ini berdasarkan keterangan dari salah satu saksi, namun kami perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut mengenai situasi yang sebenarnya," tuturnya. ANTARA