PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kabupaten Pulang Pisau memiliki 8 kecamatan, 3 kelurahan dan 95 desa, dengan luas wilayah 9.650,26 kilometer persegi. Wilayah Pulang Pisau memiliki kawasan hutan seluas 5.095 km.

Dengan wilayah yang begitu luas, masih banyak desa yang belum mendapatkan akses jalan yang memadai, sehingga membuat masyarakat kesulitan untuk memasarkan hasil pertanian dan hasil nelayan. 

Mohammad Bahrin, salah satu masyarakat Desa Cemantan, Kecamatan Kahayan Kuala yang juga seorang nelayan laut menyampaikan, akses jalan darat yang sulit berdampak pada mahalnya transportasi ketika ingin menjual hasil melaut.

"Masyarakat desa Cemantan atau pantai Cemantan, yang sedikit kesulitan dalam menikmati akses jalan yang bagus, ini juga membuat para nelayan harus mengeluarkan uang 2,5 juta rupiah untuk menjual hasil laut melalui  kapal ke Banjarmasin. Padahal jika jalannya bagus dan hasil nelayan di jual ke Pulang Pisau, paling mengeluarkan biaya 1 juta rupiah saja," kata Bahrin, Minggu, 22 September 2024.

Penghasilan yang didapatkan dari hasil melaut menurut Bahrin tidak menentu, tergantung cuaca, kadang hasil merengge di laut dapat 1 pikul (100 kg), hanya saja kesulitan memasarkan di daerah Pulang Pisau karena akses jalan yang rusak. 

--page

Menurut Bahrin, hampir semua masyarakat Desa Cemantan mayoritas mata pencaharian sebagai nelayan, baik nelayan laut maupun sungai. Bahrin berharap bisa menjual hasil laut lebih maksimal dan masyarakat juga bisa memperkenalkan keindahan pantai Cemantan ke masyarakat luar desa.

Selain itu, tambah Bahrin, Desa Cemantan memiliki potensi wisata yang bagus. Namun, perlu keseriusan pemerintah dalam mengelola potensi itu. Bahrin berharap, Pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa bisa memberikan akses jalan bagus bagi masyarakat. (RETHA/Y)