JAKARTA –
**Borneonews - Somalia**, Somalia telah menuduh Ethiopia melakukan pengiriman senjata secara ilegal ke wilayah semi-otonom Puntland. Hal ini dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Somalia, yang menganggap bahwa pengiriman tersebut dilakukan tanpa seizin otoritas terkait dan berpotensi mengancam keamanan regional. Kementerian tersebut menekankan bahwa tindakan Ethiopia merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Somalia. Mereka menyebutkan bahwa bukti dokumentasi menunjukkan adanya dua truk yang membawa senjata dari Ethiopia menuju Puntland, yang dilaksanakan tanpa adanya keterlibatan diplomatik atau izin resmi, jelas menunjukkan adanya pelanggaran terhadap hak kedaulatan wilayah Somalia. “Insiden terbaru ini tidak hanya menggambarkan pelanggaran kedaulatan kami, tetapi juga mengingatkan pada pengiriman senjata ilegal sebelumnya dari Ethiopia, termasuk pengangkutan senjata ke wilayah Galmudug dan pengiriman lainnya yang dilakukan melalui udara ke Baidoa,” ungkap pihak kementerian. Somalia menegaskan kebutuhan untuk segera menghentikan segala bentuk pelanggaran semacam itu, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara dua negara. Ketegangan ini mencuat sehubungan dengan kesepakatan akses laut yang dilakukan Ethiopia dengan Somaliland, sebuah wilayah yang telah memisahkan diri. Somalia menolak perjanjian pelabuhan Laut Merah yang dinilai illegal ini, menganggapnya sebagai ancaman terhadap hubungan baik antar negara tetangga serta pelanggaran terhadap kedaulatan mereka sendiri. Sebagai respons terhadap kesepakatan tersebut, Somalia telah menarik kembali duta besarnya dari Ethiopia. Meskipun upaya mediasi oleh Turki untuk meredakan ketegangan antara Somalia dan Ethiopia telah dilakukan, perundingan yang berlangsung baru-baru ini di Ankara belum menunjukkan hasil yang memadai. Situasi ini menyoroti kompeksitas dan tantangan yang dihadapi dalam hubungan bilateral antara kedua negara di Horn of Africa. ANTARA