JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Salah satu pengajar di Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL-UI), Herdis Herdiansyah, berhasil meraih pengakuan sebagai bagian dari *Top 2% Scientists Worldwide* untuk tahun 2024. Penghargaan ini diberikan dalam kategori *The Single-year Impact*, yang dievaluasi oleh Stanford University, Amerika Serikat. Tri Edhi Budhi Soesilo, yang menjabat sebagai Direktur SIL Universitas Indonesia, menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi tersebut. Ia menekankan bahwa dedikasi dalam penelitian yang berkualitas dan dapat diakses secara global merupakan hal yang sangat penting. Menurut Budhi, publikasi hasil penelitian dalam jurnal ilmiah internasional merupakan langkah krusial yang akan membantu masyarakat memahami manfaat dari penelitian tersebut dan dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya. Budhi juga mengajak seluruh civitas akademika SIL UI untuk terus menjaga dan mengembangkan ekosistem akademik yang sehat, beretika, serta bertanggung jawab. Ia percaya bahwa pencapaian ini memperkuat posisi SIL UI sebagai institusi riset terkemuka di Indonesia dan semakin meningkatkan reputasinya di panggung internasional. Peringkat yang dirilis oleh Stanford University, bekerja sama dengan Elsevier, dianggap sebagai salah satu penilaian yang paling terhormat di bidang akademik global. Herdis Herdiansyah sendiri merasa sangat bersyukur atas pengakuan yang diberikan oleh Stanford University. Dia menjelaskan bahwa penilaian tersebut dilakukan dengan metode yang ketat, menggunakan metrik sitasi serta analisis dampak yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Herdis menekankan pentingnya relevansi dan dampak dari penelitian yang dilakukan, terutama dalam komunitas ilmiah internasional. Ia merasa bangga bisa menjadi satu-satunya peneliti dari rumpun sosial humaniora di Universitas Indonesia yang berhasil mencapai pemeringkatan dunia, sehingga pencapaian ini dapat menjadi dorongan semangat bagi peneliti lainnya dalam bidang yang sama. Kendati demikian, Herdis menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi untuk dirinya pribadi, melainkan merupakan hasil dari proses interaksi, kolaborasi, serta dukungan dari SIL UI dan Universitas Indonesia dalam menciptakan ekosistem riset dan publikasi yang diakui secara global. Di masa depan, Herdis berkomitmen untuk terus melakukan penelitian yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat. Dalam upayanya, fokus utamanya adalah isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Dia berharap, melalui pekerjaan dan dedikasinya, para peneliti lainnya terdorong untuk berinovasi, bekerja sama, dan berkontribusi dalam skala global. Herdis juga mendorong para peneliti untuk menyediakan waktu dalam membaca lebih banyak referensi dan menulis, serta merefleksikan hasil penelitian mereka. ANTARA