JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tim tenis putra Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar juara pada turnamen ATF 12 & Under Team Competition Finals 2024 yang berlangsung di Shymkent, Kazakhstan. Dalam pertandingan final, tim Indonesia menunjukkan performa impresif dengan membekuk tim unggulan ketiga, Korea Selatan, dengan skor telak 3-0. Ketua Umum Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Nurdin Halid, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian ini. Ia menyebutkan bahwa prestasi ini sangat layak diapresiasi, terutama karena tim Indonesia dapat meraih kemenangan melawan negara-negara kuat di Asia seperti India dan Korea Selatan. Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Pada fase penyisihan Grup C, tim Indonesia harus berjuang keras dan bertahan di posisi runner-up setelah kalah dari Korea Selatan dengan skor 0-3, meskipun sebelumnya mereka berhasil mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-0. Namun, semangat juang skuad Merah Putih yang diperkuat oleh Ethan Jake, Komang Wahyu, dan Ahmad Zulfan semakin berkobar saat memasuki babak knockout. Di tahap ini, mereka berhasil mengalahkan tiga lawan tangguh tanpa menerima satu pun poin. Pada perempat final, tim yang dipimpin oleh kapten tim Seno Hartono berhasil menyudahi permainan Pakistan dengan hasil 3-0. Selanjutnya, mereka kembali menaklukkan India, yang merupakan tim unggulan kedua, dengan skor identik 3-0 pada babak semifinal. Pertandingan puncak melawan Korea Selatan pun menjadi momen yang krusial. Di partai pembuka, Komang Bagus Wahyu Purustama berhasil menumbangkan wakil Korea, Kim Noah, dalam pertandingan yang berlangsung ketat dengan skor 3-6, 6-2, dan 6-4. Kemudian, usaha Ethan Jake Frans sebagai tunggal utama memastikan kemenangan tim, setelah mengalahkan Choi Mingeon dengan straight set 6-3 dan 6-3. Akhirnya, duet mereka sukses menyegel kemenangan dengan mengalahkan pasangan Kim Hyunhak/Kim Noah di partai ganda dengan skor 6-4, 6-4. Kemenangan di final ini menjadi pembalasan yang sempurna, mengingat sebelumnya Indonesia harus menyerah dari Korea Selatan di babak penyisihan. Nurdin Halid percaya bahwa prestasi ini akan semakin memotivasi para petenis muda untuk berlatih lebih keras demi mencapai hasil yang lebih baik di berbagai turnamen internasional. Nurdin optimis bahwa masa depan tenis Indonesia akan lebih cerah. Ia meyakini bahwa banyak talenta berbakat di Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. "Kuncinya adalah mendorong mereka untuk lebih sering berpartisipasi dalam turnamen internasional. Pertandingan semacam itu sangat penting untuk membentuk karier mereka," ungkap Nurdin. Dengan gelar juara Asia ini, Indonesia semakin siap untuk bertanding di kompetisi intercontinental Asia Oceania yang dijadwalkan berlangsung di Victoria Tennis Court, Causeway Bay, Hong Kong, pada 7-11 Oktober 2024. Kompetisi ini akan diikuti oleh tiga tim teratas dari Asia (ATF), serta Australia, Selandia Baru, Pasifik Oseania, tuan rumah Hong Kong, dan satu tim yang mendapatkan Wild Card dari ATF. Nurdin Halid mengungkapkan niatnya untuk menyaksikan langsung pertandingan tersebut di Hong Kong. Politisi senior Partai Golkar ini berharap kehadirannya bisa memberikan motivasi kepada tim untuk bermain dengan semangat dan kepercayaan diri lebih dalam menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Selandia Baru dan Australia. "Kita harus terus mendukung dan merawat talenta-talenta muda kita, karena mereka adalah aset masa depan dan duta bagi tenis Indonesia," tegas Nurdin. ANTARA