BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur**, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mengimplementasikan program pendampingan dan penyediaan modal bagi petani yang berencana untuk menanam bawang merah di beberapa kecamatan. Inisiatif ini bertujuan agar pasokan bawang merah di pasar Cianjur dapat diperoleh dari petani lokal. Bupati Cianjur, Herman Suherman, menjelaskan bahwa tanaman bawang merah menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya seperti tomat. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan serta harga bawang merah yang stabil di pasaran, baik di Cianjur maupun wilayah luar kota. Menurut Herman, Cianjur memiliki tanah yang subur yang sangat mendukung pertumbuhan bawang merah, khususnya di Kecamatan Cugenang. Ia juga menyatakan bahwa selama ini, pasar di Cianjur lebih bergantung pada pasokan dari luar daerah Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikannya setelah melakukan panen perdana bawang merah di lahan uji coba yang terletak di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang. Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 100 anggota kelompok tani, Bupati Herman mendorong petani untuk berfokus menanam bawang merah. Ia menjelaskan bahwa selain memberikan nilai ekonomis yang lebih baik, bawang merah juga memiliki keunggulan tersendiri dalam hal daya simpan setelah panen, jika dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya. Hasil uji coba yang telah dilaksanakan di Kecamatan Cugenang menunjukkan bahwa varietas bawang merah *Bima Brebes* dan *Batu Ijo* dapat tumbuh dengan baik. Sebelumnya, percobaan juga telah dilakukan di Kecamatan Cijati, yang juga terletak di wilayah selatan Cianjur. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Cianjur berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada petani dalam hal perhitungan terkait usaha pertanian bawang merah, dimulai dari aspek modal hingga analisis potensi keuntungan yang dapat diperoleh. Untuk meningkatkan keberanian para petani dalam menanam bawang merah, pemerintah kabupaten menyediakan bimbingan dan pelatihan melalui penyuluh pertanian. Selain itu, untuk mengatasi masalah permodalan, Pemkab Cianjur telah menyiapkan program pinjaman modal tanpa bunga yang bisa diakses melalui BPR Cianjur. Pencairan bantuan modal tanpa bunga ini akan dilakukan secara bertahap. Hal ini diambil sebagai langkah preventif, berdasarkan pengalaman kredit usaha pertanian sebelumnya yang sering kali mengalami masalah lantaran dana digunakan untuk keperluan lain yang tidak terkait dengan usaha pertanian. Herman menambahkan, kelompok tani dapat mengajukan bantuan modal hingga mencapai Rp100 juta, dengan catatan pencairannya dilakukan secara bertahap. Dengan cara ini, penggunaan modal dapat lebih terarah dan efektif, seperti untuk pembelian pupuk atau benih. ANTARA