BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam upaya percepatan pembangunan pedesaan, Kabupaten Kotawaringin Barat kembali mencatatkan prestasi membanggakan.
Pada rapat konsolidasi yang digelar oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, hasil pengukuran Indeks Perkembangan Kawasan Perdesaan (I-PKP) 2024 menempatkan Kawasan Wisata Agro Mina Wisata (pesisir Kumai) di Kotawaringin Barat dengan status “Mandiri”, memperoleh skor 73,52 kategori “berdaya saing tinggi “.
Ditetapkan hanya 5 Kawasan Perdesaan yang masuk kategori berdaya saing tinggi dari 62 Kawasan Perdesaan Prioritas Pembangan Nasional se Indonesia .
Hasil ini menjadi angin segar bagi upaya pengembangan kawasan perdesaan di Kotawaringin Barat, terutama dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
“Status mandiri, dengan kategori berdaya saing tinggi menunjukkan bahwa kawasan ini sudah berada di jalur yang tepat dalam mencapai kemandirian ekonomi dan sosial," kata Kepal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kotawaringin Barat Yudhi Hudaya dalam rilisnya, Minggu, 22 September 2024.
--page
Adapun langkah konkret dibalik ketegori berdaya saing tinggi, yaiti pengukuran IPKP dilakukan berdasarkan beberapa dimensi, antara lain dimensi ekonomi, sosial budaya, lingkungan, jaringan sarana prasarana dan kelembagaan.
Kawasan Wisata Agro-Mina Wisata mencatat kemajuan signifikan, terutama dalam dimensi ekonomi dan jaringan sarana prasarana yang mendekati angka maksimal.
Namun, tantangan masih ada di beberapa desa di kawasan tersebut. Desa seperti Sabuai dan Sungai Bakau masih berada di status “Maju,” meskipun peningkatannya cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Untuk mempercepat pengembangan kawasan, sejumlah usulan program strategis telah diputuskan, dengan dukungan dari skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD.
Rapat tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga melahirkan usulan program untuk memperkuat kawasan perdesaan dalam jangka pendek dan panjang.
Beberapa program yang diusulkan oleh kementerian melalui skema APBN meliputi, pembangunan akses jalan antar desa, yang diharapkan akan mempercepat mobilitas ekonomi antarwilayah, penyediaan sarana wisata, guna mendorong potensi pariwisata berbasis alam, pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Terpadu untuk memperkuat sektor perikanan tangkap, dukungan operasional bagi BUMDes dan BUMDesma, lembaga ekonomi desa yang menjadi penggerak utama perekonomian kawasan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah melalui APBD juga berencana memberikan sentuhan lokal, seperti penataan spot foto instagramable di kawasan wisata, rehabilitasi sarana wisata Pantai Kubu, hingga pemasangan koneksi internet di desa-desa yang terhubung dengan kawasan wisata.
--page
“Intervensi pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan kawasan ini tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjadi destinasi wisata unggulan,” tuturnya.
Meski status Mandiri dengan kategori berdaya saing tinggi sudah dicapai, tantangan untuk mewujudkan kawasan perdesaan yang sepenuhnya berkelanjutan masih besar.
Rapat konsolidasi Kementrian juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk memastikan pembangunan berlanjut yaitu, peningkatan kapasitas BUMDes dan BUMDesma untuk mengembangkan komoditas unggulan lokal, serta memperluas kerjasama antar kawasan.
Penguatan peran CSR dalam mendukung pembangunan desa melalui kebijakan daerah yang lebih efektif. Pendidikan budaya lokal yang diintegrasikan baik dalam pendidikan formal maupun non-formal, guna menjaga identitas sosial budaya desa. Pendampingan usaha ramah lingkungan, terutama untuk UMKM yang mengelola limbah dan potensi alam.
Dengan capaian yang diraih oleh Kawasan Wisata Agro-Mina Wisata, Kotawaringin Barat diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan perdesaan mandiri di Indonesia. Tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas kelembagaan dan ekonomi, serta pelestarian budaya dan lingkungan.
“Mewujudkan desa yang mandiri adalah pekerjaan bersama. Pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus bersinergi untuk mewujudkan kawasan yang benar-benar sejahtera dan berkelanjutan,” pintanya.
Melalui berbagai langkah strategis dan program yang terarah, Kotawaringin Barat kini berada di garis depan transformasi desa menuju kemandirian. Harapannya, capaian ini tidak hanya berhenti sebagai status, tetapi menjadi pijakan untuk menciptakan desa-desa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. (DANANG/Y)









