BORNEONEWS, Barito Selatan - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) melaksanakan rapat mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rapat digelar untuk melihat kasiapan semua pihak terkait kesiapan menghadapi bencana kebakaran hutan, lahan dan kebun.  

"Meskipun informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tahun 2016 ini musim kemarau akan pendek masanya, namun kita harus tetap siaga. Semua instansi terkait telah siap siaga apabila terjadi kebakaran hutan, lahan dan kebun,” kata Bupati Barsel, HM Farid Yusran kepada Borneonews usai rapat di Aula Setda, Kamis (4/8/2016) siang.  

Kapolres Barsel, AKBP Yussak Angga menyatakan,  pihaknya telah melakukan pemetaan kerawanan terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat. “Untuk sementara hasil pemetaan kita ada dua tempat yang rawan kebakaran hutan dan lahan yakni di Desa Madara dan Desa Jutuh di wilayah hukum Polsek Dusun Selatan.”

Yussak Angga membeberkan, pihaknya berencana membuka posko Polres lama. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kapolres Barsel menegaskan, apabila ditemukan masyarakat membakar hutan dan lahan baik secara sengaja maupun tidak, akan ditindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku. (Uriutu Djaper/N).