PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Pemerintah Kota Pekanbaru, yang terletak di Provinsi Riau, telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan insiden kebakaran yang terjadi di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya. Kebakaran ini khususnya melibatkan Gedung B9, yang merupakan kantor bagi tiga instansi pemerintah, pada hari Jumat, 20 September. Penjabat Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, mencatat bahwa petugas yang bertugas di lapangan mengalami kendala serius saat melakukan upaya pemadaman api. Kesulitan utama yang dihadapi adalah kurangnya akses terhadap sumber air. Terlebih lagi, kebakaran yang terjadi tampak menjalar dari lantai empat ke lantai-lantai di bawahnya, memperburuk situasi. Dalam penjelasannya, Risnandar mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran telah mengambil air dari sumber terdekat, yakni dari bundaran kompleks tersebut. Selain itu, mereka juga melakukan pengambilan air dari danau yang terletak di belakang Gedung B9 yang dilalap api. Kondisi ini diperburuk oleh fakta bahwa hydrant yang seharusnya ada di depan kantor tidak berfungsi. Akibatnya, mobil pemadam terpaksa bergantung pada dua sumber air tersebut, yang pada akhirnya menjadi catatan penting untuk perbaikan dalam penanganan kebakaran di kompleks perkantoran ke depannya. Risnandar pun menegaskan pentingnya untuk menanggapi kondisi alat penunjang penanganan bencana kebakaran yang tidak beroperasi dengan baik. Ia menyayangkan bahwa tim pemadam kebakaran mengalami kesulitan dalam mencari sumber air, sehingga dampak dari kebakaran menjadi jauh lebih besar dari yang diperkirakan. “Berkenaan dengan hydrant dan peralatan lainnya, penting bagi kita untuk segera mendiskusikan kembali masalah ini,” tambahnya. Kebakaran itu sendiri terjadi pada pagi hari sekitar pukul 11.30 WIB dan menghanguskan gedung Lipat Kajang, sebuah bangunan lima lantai yang memang dipenuhi oleh berbagai dinas, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kejadian kebakaran di gedung perkantoran ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada Agustus 2024, insiden serupa juga menimpa Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekanbaru. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapan dan pemeliharaan sistem penanganan bencana kebakaran di kota ini. ANTARA