BOGOR –
**Borneonews - Bogor**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung perkembangan industri musik komunitas serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, pada acara bertajuk *MiCE TO MEET YOU* yang berfokus pada "Road to Festival Karya Musik Komunitas 2024". Acara tersebut berlangsung di Club House RSJ Marzoeki Mahdi Heritage Golf Field, Bogor, Jawa Barat. Sandiaga Uno menyatakan bahwa industri kreatif, khususnya subsektor musik, memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa festival musik memberikan dampak positif pada daerah yang menyelenggarakan event tersebut. Dampak-dampak tersebut meliputi penciptaan lapangan pekerjaan baru, peningkatan pendapatan masyarakat setempat, serta pengembangan infrastruktur pariwisata. Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa keberadaan festival musik tidak hanya berdampak pada industri musik itu sendiri, tetapi juga mendukung sektor lainnya. Pembukaan lapangan kerja dalam festival musik menciptakan peluang tidak hanya bagi pekerja di bidang kuliner, tetapi juga untuk berbagai profesi lain seperti tenaga kerja panggung, penyewaan alat musik, pengelola media sosial, petugas penjualan tiket, hingga tenaga keamanan. Pada tahun 2020, subsektor musik dilaporkan menyumbang hampir Rp6 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Pemerintah kemudian menargetkan subsektor ini mampu menyerap hingga 70.000 tenaga kerja dalam waktu dekat. Dalam upayanya untuk mengembangkan industri musik di Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk menerapkan berbagai regulasi dan kebijakan yang mendukung proses hilirisasi, termasuk program pemasaran untuk memperkuat ekosistem musik dan penyelenggaraan event musik serta digitalisasi perizinan. Acara tersebut juga menyediakan sesi diskusi mengenai manajemen industri musik dan rekaman bagi komunitas. Diskusi ini membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan musisi untuk mengoptimalkan hilirisasi industri musik. Dengan laju kemajuan teknologi dan perubahan dalam pola konsumsi musik, proses produksi, pemasaran, serta distribusi musik ke konsumen, Sandiaga menegaskan perlunya adaptasi agar hilirisasi dapat berjalan efektif dan memberi dampak positif bagi perekonomian. Sandiaga menambahkan, "Hilirisasi yang kuat merupakan kunci untuk membangun ekosistem musik Indonesia yang berkelanjutan serta mampu bersaing di panggung internasional.” Ia juga berharap bahwa misi yang diusung oleh Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), yang berkaitan dengan kesehatan jiwa, dapat terintegrasi dengan aspek *health tourism* dan ekonomi kreatif musik yang dipromosikan oleh RSJ Marzoeki Mahdi. Dalam penutupan, Sandiaga menyampaikan harapan bahwa kolaborasi antara semua pihak dapat menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru. Acara diskusi ini dihadiri oleh berbagai perwakilan asosiasi *Meeting, Incentive, Conferences, and Exhibitions* (MICE), agen pariwisata, pemerintah, pengelola pusat konvensi, mahasiswa program studi pariwisata, dan komunitas fotografi. ANTARA