**Borneonews - Makassar**, Plh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, menegaskan pentingnya keberadaan media radio dan televisi sebagai media yang dapat menyatukan bangsa. Menurutnya, siaran dari kedua media tersebut haruslah bebas dari berita yang tidak benar atau sering disebut *hoax*.
Dalam sebuah acara Jalan Sehat yang diadakan oleh Forum Masyarakat Penyiaran se-Kabupaten Maros dengan tema Penyiaran Wujudkan Informasi Yang Bermanfaat di Kabupaten Maros, pada hari Minggu, Sultan Rakib mengungkapkan bahwa di era digital saat ini, masyarakat semakin mudah terpapar oleh berita yang tidak valid. Ia mencatat perubahan perilaku masyarakat yang sebelumnya lebih banyak menonton televisi, kini beralih ke perangkat ponsel pintar yang memiliki layar lebih kecil.
Peralihan ini, menurutnya, menyebabkan data yang diperoleh masyarakat sering kali tidak melalui proses verifikasi yang memadai. "Saat ini, arus informasi bergerak dengan sangat cepat, sehingga banyak informasi yang tidak terverifikasi. Masyarakat cenderung lebih mempercayai informasi yang ada di media sosial, padahal di situlah banyak berita *hoax* beredar. Oleh karena itu, mari kita kembali menonton televisi dan mendengarkan radio. Media tersebut merupakan perekat bangsa dan terbebas dari *hoax*," tegas Sultan Rakib.
Dari sisi lain, Bupati Maros, Chaidir Syam, juga menyampaikan bahwa acara jalan sehat tersebut merupakan inisiatif dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Pemerintah Kabupaten Maros untuk mengajak masyarakat kembali menikmati siaran televisi dan radio.
Serupa dengan itu, Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, mengungkapkan peran penting lembaga publik dalam mengawasi tayangan yang disiarkan melalui frekuensi publik di seluruh Indonesia. Ia berpendapat bahwa kegiatan seperti ini adalah cara yang tepat untuk mengingatkan masyarakat mengenai arti penting penyiaran dan perlunya kembali menonton televisi serta mendengarkan radio.
Acara jalan sehat yang berlangsung di Lapangan Pallarikang, wilayah Card Free Day (CFD) Kantor Bupati Maros, dihadiri oleh sejumlah komisioner KPI Pusat, termasuk Muhammad Asrul, serta perwakilan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya media penyiaran yang berkualitas.
ANTARA
Pentingnya Media Televisi dan Radio Bebas Hoax untuk Persatuan Bangsa
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pengepul Pertalet di Kapuas yang Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng beli BBM Subsidi dengan Harga Rp 470 per Jeriken
Bupati Seruyan Minta Pelajar Hindari Bullying
Nenek Sebatang Kara di Kotim Sakit dan Hidup Sendiri, Bupati Minta Dipantau Rutin
Bupati Kotim Pastikan Pemda Bantu Pembangunan Masjid Al-Muhajirin yang Terbakar
Senkom Mitra Polri Kobar Dukung Operasi Patuh Telabang 2026
Puluhan Pemuda Asal Gumas Akan Ikut Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan IKBAB Tingkat Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







