**Borneonews - Gunungkidul**, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, berkomitmen untuk memberikan akses air bersih kepada masyarakat dengan memanfaatkan sumber air dari Luweng Wuluhkumet, yang berada di Kalurahan Girisuko. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi kesulitan warga dalam mendapatkan air, terutama pada musim kemarau.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengungkapkan bahwa sumber air ini tidak hanya akan digunakan oleh warga setempat, tetapi juga direncanakan untuk dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Dengan debit air yang cukup besar, Bupati yakin bahwa kebutuhan air di lima padukuhan di area tersebut dapat terpenuhi.
"Demi memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah akan segera memulai pembangunan di lokasi ini. Jarak sumber air ke permukiman warga relatif jauh, mencapai 1,3 kilometer," jelas Sunaryanta setelah melakukan peninjauan di Wuluhkumet, yang terletak di Dusun Gebang, Kalurahan Girisuko.
Air jelas merupakan kebutuhan pokok bagi semua makhluk hidup, khususnya manusia. Setiap hari, manusia membutuhkan air untuk konsumsi dan keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). "Pemerintah daerah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan air warga, meskipun tidak semua sumber air dapat dimanfaatkan, Luweng Wuluhkumet merupakan salah satu yang dapat dioptimalkan," tambahnya.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, Totok Sugiharta, juga menegaskan pentingnya Luweng Wuluhkumet sebagai alternatif penyedia air bersih untuk masyarakat. "Masyarakat sering membeli air dengan biaya sekitar Rp150 ribu per tangki. Jika PDAM dapat mengakses sumber air ini, hal itu akan membuat mereka lebih hemat biaya, karena di kedalaman kurang lebih 45 meter terdapat pertemuan dua sungai," ungkapnya.
Totok menjelaskan bahwa dengan debit air mencapai 40 liter per detik, sumber ini bisa mencukupi kebutuhan air yang ada di wilayah Panggang I, Panggang II, dan Panggang III. Dengan anggaran yang diperkirakan antara Rp500 juta sampai Rp700 juta, proyek ini direncanakan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan.
"Sistem pengerjaannya akan terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama akan meliputi pengambilan air dari kedalaman 45 meter dengan debit 7-10 liter per detik untuk melayani sekitar 800 sambungan rumah. Tahap kedua akan dilakukan pada jarak 150 meter dari titik pertama, yang akan mempertemukan dua sungai, guna memenuhi kebutuhan di daerah Temuireng," tuturnya.
ANTARA
Pemkab Gunungkidul Manfaatkan Luweng Wuluhkumet untuk Air Bersih
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







