BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kepala Dinas Pendidikan Murung Raya (Disdik Mura), Ingato, mengaku terganggu dengan beredarnya video kekerasan maupun pemberitaan kekerasan antara dua remaja putri, yang diduga salah satu siswi di SMA di Kota Puruk Cahu, Mura. Bila terbukti kedua pemeran dalam video tersebut anak didik sekolah di Murung Raya, tentu akan mempermalukan wajah pendidikan di wilayah itu.

“Saya secara langsung sudah menghubungi via telepon kepada masing-masing kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Murung, SMAN 2 Murung dan SMAN 3 Murung. Ketiga kepala sekolah yang saya hubungi membantah pemeran video tersebut anak didik mereka,” ungkap Kepala Disdik Mura, Ingatno di ruang kerjanya, di Puruk Cahu, Jumat (5/8/2016).

Menurut Ingatno, meskipun belum ada titik terang soal identitas kedua remaja putri yang beradu jotos karena masalah lelaki tersebut, pihaknya akan terus mencari. Bila sudah diketahui, pihak Disdik akan memanggil kepala sekolah, guru kelas serta tidak ketinggalan siswi yang bersangkutan.

Ingatno juga ingin mengetahui apa motivasi sang perekam menyebarkan video tersebut sampai-sampai menjadi bahan perbincangan masyarakat, baik di lingkungan media sosial maupun kegiatan sehari-hari.

”Bila sudah ketemu tentu saja saya ingin adanya tindakan disiplin kepada kedua pemeran video maupun yang terlibat. Bila perlu berhentikan saja sekolahnya bagi mereka yang terlibat video kekerasan untuk yang masih mengenyam pendidikan,” tegas Ingatno, mengingatkan agar masalah seperti itu tidak terulang lagi. (SUPRI ADI/N).