JAKARTA –
**Borneonews - Banyuwangi**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur memiliki ekosistem pariwisata terbaik di Indonesia. Menurutnya, pariwisata di daerah paling timur Pulau Jawa ini menawarkan aksesibilitas yang lengkap, fasilitas berkualitas tinggi, serta berbagai atraksi menarik. Sandiaga Uno mengatakan, "Jika Anda ingin merasakan ekosistem pariwisata terbaik di Indonesia, datanglah ke Banyuwangi." Pernyataan itu disampaikannya pada sebuah kesempatan baru-baru ini. Menyangkut aksesibilitas, Uno menekankan adanya penerbangan harian dari Jakarta menuju Banyuwangi serta rute kereta api yang memudahkan perjalanan. "Aksesibilitas ini akan semakin ditingkatkan dengan adanya Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), ditambah dengan layanan kapal cepat dari Bali ke Banyuwangi yang baru saja kami luncurkan," tambahnya. Minister Uno juga mengapresiasi perkembangan sektor ekonomi kreatif di Banyuwangi. Ia optimis bahwa kawasan ini akan segera menjadi pusat kreativitas di Indonesia. "Pariwisata dan ekonomi kreatif saling terkait. Kami berupaya meningkatkan sektor kreatif di Banyuwangi, khususnya dalam bidang musik, film, animasi, dan desain visual," jelasnya. Sebagai bentuk dukungan, kementerian yang dipimpinnya telah menyelenggarakan KaTa Creative Workshop di Banyuwangi pada tanggal 21 September. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif daerah sekaligus meningkatkan kesadaran dan komitmen para pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan daerah dan kota. Kepala Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengharapkan workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta. "Kami berharap semua peserta dapat meningkatkan kualitas produk kreatif mereka dan memperkuat ekonomi kreatif Banyuwangi," ungkapnya. Dalam rangkaian kegiatan KaTa Creative Workshop, kementerian juga mengadakan sesi khusus tentang desain kemasan untuk 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di sektor kuliner. Dari 50 peserta, 25 orang terbaik akan mendapatkan mentoring online selama tiga bulan yang fokus pada desain. Beberapa peserta juga akan menerima bantuan dana untuk perombakan dan pencetakan kemasan setelah menyelesaikan program ini. ANTARA