JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Kilau emas dalam cabang olahraga taekwondo berhasil mengakhiri keredupan prestasi Provinsi Banten setelah dua dekade. Selama lima edisi Pekan Olahraga Nasional (PON), Banten kerap pulang dengan tangan hampa, tanpa medali emas yang diidam-idamkan. Dalam perjalanan panjang yang dimulai dari PON XVI di Sumatera Selatan pada tahun 2004 hingga PON XX di Papua pada tahun 2021, Banten selalu mengalami kesulitan untuk mencapai podium teratas. Pada PON XXI yang berlangsung di Aceh-Sumatera Utara, Provinsi Banten kembali berpartisipasi membawa harapan baru. Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Banten mengirimkan empat atlet, terdiri dari dua putra dan dua putri, untuk berburu medali emas. Keempat atlet yang diutus adalah Arya Danu Susilo, Anggada Satya Hadi Susilo, Fisca Afe Relia, dan Refa Nurul Islami. Mereka berjuang keras untuk menghapus kegagalan yang telah menggelayuti Banten selama bertahun-tahun. Akhirnya, setelah menunggu selama 20 tahun, Provinsi Banten berhasil meraih medali emas yang sangat dinanti. Pahlawan dalam pencapaian tersebut adalah Arya Danu Susilo, satu-satunya atlet Banten yang berhasil menyabet medali emas. Kemenangannya di cabang taekwondo menjadi sebuah prestasi monumental setelah penantian yang panjang bagi provinsi ini. Arya, yang lahir pada 29 Februari 2004 di Jakarta, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam kategori *kyorugi* kelas -74 kilogram putra. Meski ini adalah pengalaman debutnya di kompetisi berskala nasional, Arya meraih kesuksesan berkat semangat dan determinasi yang tinggi. Dalam pertandingan final yang berlangsung di Martial Arts Arena, Kompleks Sumut Sport Center, Deli Serdang, ia berhasil mengalahkan Panduaji Alzayed dari DKI Jakarta. Kemenangan ini tidak hanya memberikan medali emas bagi Arya, tetapi juga menandai akhir dari penantian Banten dalam cabang taekwondo di PON. Preparasi yang dilakukan Arya selama tiga bulan memberikan hasil yang signifikan setelah Banten gagal memenangi medali emas dalam empat penyelenggaraan PON sebelumnya. Arya pun menyadari betapa pentingnya dukungan orang tua dan pelatihan yang diterimanya. Meskipun orang tuanya tidak dapat hadir secara langsung, mereka memberikan dukungan moral melalui komunikasi video call sebelum pertandingan penting tersebut. Saat ini, Arya adalah mahasiswa semester tiga Jurusan Ilmu Hukum di Universitas Terbuka Jakarta, membuktikan bahwa dedikasi dan disiplin adalah kunci untuk mencapai tujuan. Motivasi dan tekadnya menjadi pendorong utama dalam meraih prestasi yang membanggakan ini. Dengan pencapaian tersebut, ia memiliki target yang lebih tinggi untuk masa depan, yakni ingin menjadi bagian dari tim nasional, berpartisipasi dalam pelatihan nasional, serta berjuang di *SEA Games* 2025 di Thailand. Arya juga berharap bisa tampil di Olimpiade 2028. Sebagai pengakuan atas prestasinya, Arya Danu Susilo diangkat sebagai atlet taekwondo putra terbaik di PON Aceh-Sumatera Utara 2024. Dia merasakan bahwa kerja keras yang dilakukan selama ini terbayar lunas, memberikan dorongan besar untuk terus berlatih dan berprestasi lebih baik. Selain itu, dukungan yang diterima dari orang tua dan pelatih juga sangat berharga. Dalam kesempatan yang berbeda, Arya mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp25 juta, yang direncanakannya untuk meningkatkan kualitas latihannya dan mempersiapkan kompetisi mendatang. Kemenangan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadinya, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi daerah asalnya, menginspirasi banyak atlet muda untuk mengejar mimpi mereka. Pelatih Pelatda Taekwondo Banten, Robertus Kevin Dwiyana, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Arya dan tim. Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras tim setelah 20 tahun menanti. Meskipun target awal mereka adalah dua medali emas dan satu perunggu, pelatih merasa lega karena berhasil memecahkan kebuntuan yang telah lama menyelimuti Banten. Latihan yang dilakukan cukup intensif, dengan tiga sesi latihan setiap harinya yang mencerminkan komitmen dan disiplin para atlet. Persiapan juga mencakup uji coba di dalam dan luar negeri, termasuk pengalaman berharga yang didapatkan dari *try out* di Korea Selatan. Arya pun menjadi perhatian utama dalam proses regenerasi atlet taekwondo di Banten. Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Letjen TNI Richard Tampubolon, mengungkapkan kebanggaan atas prestasi yang diraih di PON XXI. Dalam kompetisi ini, terdapat peningkatan jumlah provinsi yang berhasil meraih medali emas dari tujuh provinsi di PON XX di Papua menjadi sepuluh provinsi di PON XXI. Prestasi ini menjadi bukti kemajuan dalam pembinaan taekwondo di Tanah Air, menunjukkan bahwa kerja keras, popularitas, dan dukungan dari berbagai pihak dapat memunculkan atlet yang berpotensi di tingkat internasional. Arya Danu Susilo pun menjadi pahlawan baru bagi Banten, sebagai satu-satunya atlet yang mampu membawa medali emas dalam cabang taekwondo di PON 2024. ANTARA