**Borneonews - Makassar**, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, mendorong agar setiap masjid dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan bagi generasi muda.
Indira berharap agar seluruh masjid mengambil peran yang aktif dalam pembinaan karakter anak-anak. Menurutnya, kombinasi antara *akhlaq* dan pengetahuan adalah kunci penting, sebab pengetahuan tanpa *akhlaq* tidak akan memiliki nilai.
Pernyataan ini disampaikan Indira saat peresmian Masjid Mardhiyyah yang berlokasi di Jalan Talasalapang II, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini. Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, Indira juga menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung anak-anak agar lebih dekat dengan masjid. Hal ini sejalan dengan program "Jagai Anakta", yang berfokus pada pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
Sebagai seorang ibu, Indira sangat memahami urgensi dari pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan membawa anak-anak ke masjid secara rutin, Ia percaya akan dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan serta mendidik mereka untuk menjadi pribadi yang saleh dan saleha.
Selain itu, Indira mengajak para jamaah Masjid Mardhiyyah untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan positif bagi anak-anak. Dalam suasana seperti itu, anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bersosialisasi dalam lingkungan yang baik dan religius.
Masjid memiliki peran krusial dalam memperkuat fondasi moral masyarakat, terutama dalam membimbing generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Indira menekankan bahwa di masjid, anak-anak akan belajar banyak hal yang berharga. Meskipun terkadang mereka mungkin terdengar berisik, Indira mengajak orang tua untuk bersabar dan melihatnya sebagai bagian dari proses pendidikan. Keterlibatan dalam pendidikan ini juga merupakan bentuk amal jariyah.
Ia berharap Masjid Mardhiyyah dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Makassar dalam hal pembinaan anak-anak dan remaja. Dengan demikian, keberadaan masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang mendukung pembentukan karakter anak menuju masa depan yang lebih baik.
Indira mengajak semua pihak, baik di dalam keluarga maupun masyarakat, termasuk pengurus masjid, untuk bersinergi dalam membimbing anak-anak. Ia menekankan bahwa masjid harus menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan, agar anak-anak dapat tumbuh dengan nilai-nilai kebaikan serta cinta terhadap agama.
ANTARA
Masjid sebagai Pusat Pembinaan Generasi Muda di Makassar
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







