BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat**, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sungailiat yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mencatat bahwa sebanyak 355 warga binaan pemasyarakatan (WBP) siap untuk menggunakan hak pilih mereka pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Budi Islam, selaku Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan di Lapas Kelas II B Sungailiat, mengungkapkan bahwa jumlah warga binaan yang akan menyampaikan suara mereka ini telah ditetapkan berdasarkan daftar pemilih tetap yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka. Pada hari Minggu, ia menjelaskan bahwa ratusan WBP tersebut akan memberikan hak suara mereka di tempat pemungutan suara khusus yang telah disiapkan oleh pihak lembaga sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam upaya memastikan keakuratan data kependudukan WBP, pihak Lapas mengaku telah menerima secara resmi daftar pemilih tetap dari KPU pada saat penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Bangka. Budi menekankan pentingnya koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam data kependudukan, sehingga setiap warga binaan dapat menyalurkan suara mereka dengan baik sebagai bagian dari masyarakat. "Sangat krusial bagi kami untuk melakukan koordinasi ini agar sinkronisasi data dapat berjalan dengan mulus, sehingga WBP dapat mengekspresikan hak pilih mereka tanpa kendala," tambahnya. Budi berharap pelaksanaan Pilkada 2024 di Lapas Kelas II B Sungailiat dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Ia juga menegaskan bahwa komunikasi yang intens dengan penyelenggara pemilu, termasuk KPU, akan dilakukan guna memfasilitasi segala mekanisme terkait pendirian tempat pemungutan suara khusus bagi WBP. "Akhirnya, kami berharap agar ratusan WBP, baik laki-laki maupun perempuan yang tercantum dalam DPT, dapat menggunakan hak politik mereka untuk berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Bangka selama lima tahun ke depan," tutupnya. ANTARA