SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, melakukan peninjauan terkait persiapan penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa semua aspek penyelenggaraan acara ini berjalan dengan baik. Pada kunjungannya yang berlangsung di hari Minggu, Nana menginspeksi enam lokasi berbeda yang telah ditentukan sebagai tempat pertandingan, yang terletak di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Dari jumlah tersebut, ada empat lokasi yang sudah dinyatakan siap untuk digunakan dalam pertandingan. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Stadion Sriwedari yang akan digunakan untuk cabang olahraga para atletik, GOR FKOR UNS Manahan untuk cabang olahraga Boccia, Lapangan Kota Barat yang ditunjuk untuk para panahan, serta GOR Bung Karno Sukoharjo yang akan digunakan untuk cabor para tenis meja. Sementara itu, dua lokasi lainnya masih memerlukan waktu untuk penyelesaian. Bengawan Sport Center sedang dalam proses perbaikan, dengan fokus pada peningkatan pencahayaan, layar *display* skor, dan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas, khususnya pada *venue* untuk cabang bowling. Selain itu, Velodrome Manahan, yang digunakan untuk para balap sepeda nomor *track*, saat ini masih dalam tahap pengecatan. Nana menegaskan komitmen semua pihak untuk menjamin keberlangsungan Peparnas agar dapat dilaksanakan dengan sukses dan lancar. "Kami semua berkomitmen bahwa pelaksanaan Peparnas harus sukses, berjalan lancar. Kami akan saling mengisi, mendukung, dan memberikan penguatan," ujarnya. Lebih lanjut, Ketua Bidang Arena Peparnas XVII, Rini Kusumandari, menyatakan bahwa terdapat total 24 arena yang akan digunakan selama acara. Ini terdiri dari 23 arena untuk pertandingan serta satu arena yang diperuntukkan bagi upacara pembukaan dan penutupan yang berlokasi di Stadion Manahan. "Semua arena 90 persen sudah siap. Semoga pekan depan sudah diselesaikan," katanya. Rini juga menambahkan bahwa ia telah menerima sejumlah arahan terkait dengan arena-arena yang belum sepenuhnya siap, terutama untuk Velodrome dan Bengawan Sport Center. "Untuk pengadaan perlengkapan, seperti arena cabor bowling itu segera dilakukan, karena ini tinggal menghitung hari. Untuk Velodrome ini segera diselesaikan pengecatan, lainnya secara keseluruhan sudah lengkap," tuturnya. ANTARA