JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penggunaan nama "Si Doel" oleh Rano Karno dalam konteks kampanye politiknya dianggap sebagai suatu strategi yang dirancang untuk meningkatkan elektabilitas dan meraih dukungan masyarakat. Menurut penilaian dari Indonesia Political Review (IPR), nama yang sudah dikenal luas akan memberikan keuntungan tersendiri dalam menarik perhatian pemilih. Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif IPR, menyatakan bahwa penggunaan nama-nama yang akrab dan populer sangat penting dalam upaya meraih simpati publik. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Jakarta telah akrab dengan nama Pramono Anung Wibowo, meskipun nama yang tertera pada KTP dan ijazah pria tersebut adalah Pramana Anung Wibawa. Dalam hal ini, pengenalan nama menjadi aspek krusial dalam membangun koneksi dengan warga. Lebih lanjut, Ujang menekankan bahwa nama Si Doel memiliki nilai dekat bagi masyarakat Betawi, yang merupakan bagian dari identitas budaya Jakarta. Identitas ini dapat membantu Rano Karno menarik perhatian lebih banyak masyarakat dibandingkan nama aslinya. Ujang menggarisbawahi bahwa tidak ada orang yang tidak mengenal Rano Karno, tetapi Si Doel sebagai karakter yang berhubungan langsung dengan budaya lokal jauh lebih dikenal. Strategi penamaan ini pun disebutkan sebagai bagian dari persiapan pasangan Pramono Anung-Rano Karno dalam menghadapi pemilihan kepala daerah Jakarta yang akan berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024. Melalui pemilihan nama ini, mereka berusaha untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui nilai-nilai kultural serta kearifan lokal. "Ini adalah bagian dari strategi untuk memperkenalkan diri dan menjangkau hati serta pikiran masyarakat Jakarta," jelas Ujang. Ia juga mencatat bahwa tindakan ini berpeluang memberikan dampak positif terhadap elektabilitas. Walaupun demikian, ia mengingatkan bahwa banyak faktor lain yang berkontribusi pada keberhasilan tersebut, termasuk adanya popularitas yang sudah melekat pada nama beken seperti Si Doel. Ini mirip dengan fenomena yang saat ini terjadi pada tokoh lain yang dikenal masyarakat, seperti Komeng. Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta sempat mempertanyakan penggunaan nama Si Doel dalam penyebutan pasangan calon peserta Pilkada. Hal ini dikarenakan nama tersebut tidak tertera dalam berita acara sebelum penetapan calon. Menanggapi pertanyaan itu, Ketua KPU Jakarta, Wahyu Dinata, menyampaikan bahwa mereka telah memperoleh penetapan dari pengadilan terkait penggunaan nama Si Doel oleh Rano Karno. Rano Karno diizinkan untuk menggunakan nama "Si Doel" dalam kampanye dan pada kertas suara saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah DKI yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. KPU juga melakukan klarifikasi dengan Rano Karno, yang telah menunjukkan dokumen dari pengadilan untuk mendukung penggunaan nama tersebut. Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan pada 21 September, terungkap bahwa Rano telah menyelesaikan prosedur yang diperlukan untuk menggunakan nama populernya tersebut. Penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan bahwa nama Rano Karno dan Si Doel merujuk pada orang yang sama. Klarifikasi telah diakomodasi oleh KPU, yang menerima masukan dari masyarakat mengenai nama Si Doel yang lebih akrab di telinga mereka. Rano Karno sendiri terkenal melalui karakter Si Doel dalam sinetron yang sangat populer, *Si Doel Anak Sekolahan*. Dukungan untuk pasangan Pramono Anung dan Rano Karno juga datang dari tiga partai politik, yaitu PDI Perjuangan, Hanura, dan Ummat. KPU Jakarta telah resmi menetapkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada DKI Jakarta pada tanggal 22 September, yang terdiri dari Pramono Anung-Rano Karno, Ridwan Kamil-Suswono, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dari jalur independen. ANTARA