SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Alma Ariella Tsany, seorang atlet muda berbakat berusia 15 tahun, tampil memukau di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatra Utara pada tahun 2024. Meskipun tubuhnya terbilang kecil, Alma menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memanjat tebing. Dalam setiap sesi panjatannya, Alma dengan teliti memilih pegangan dan pijakan yang tepat, seperti *macross*, *volume*, dan *chip*. Ketelitian ini penting karena kesalahan kecil saja dapat berakibat fatal, dan saat ia memanjat, tangannya sering kali mengambil kapur dari wadah yang digantung di pinggangnya untuk meningkatkan grip pada dinding tebing. Sebagai bagian dari kontingen Jawa Timur, prestasi yang diraih Alma di PON sangat mengesankan. Ia berhasil meraih tiga medali emas dari nomor *combine perorangan putri*, *combine (boulder and lead) mix*, serta *boulder tim putri*. Selain itu, dua medali perak diperolehnya di nomor *lead perorangan putri* dan *lead tim putri*. Kehadirannya di PON kali ini juga sangat spesial karena merupakan debutnya dalam kompetisi tingkat nasional. Saat mempersiapkan diri untuk ajang ini, Alma tidak mengharapkan banyak dari hasilnya. Ia menyatakan bahwa ia akan merasa bersyukur dengan perolehan medali, apapun itu, karena PON ini adalah pengalaman pertamanya. Namun, keberuntungan berpihak padanya ketika ia meraih hasil yang jauh melebihi harapan, membantu kontingen Jatim mengumpulkan total tujuh medali emas, dan menjadikannya sebagai juara umum dalam olahraga panjat tebing. Alma mengungkapkan, "Saya terkejut. Sebelum PON, saya merasa tidak akan mendapatkan medali karena latihan terasa sangat berat." Ia juga menjelaskan bahwa persiapan untuk PON telah dilakukannya selama setahun melalui pelatihan di daerah Jawa Timur. Dukungan dari sekolahnya juga sangat berarti dalam perjalanan kariernya sebagai atlet. Sejak kecil, Alma memiliki minat yang besar terhadap panjat tebing. Ia mulai mengenal olahraga ini pada usia lima tahun, saat ia sering terlihat memanjat pagar rumah. Melihat bakat dan ketertarikan putrinya, orang tuanya kemudian mendaftarkannya di klub panjat tebing Rock Hobbies Centre di Gresik. Di sana, bakatnya terus terasah dan ia berhasil berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan, termasuk Kejuaraan Nasional di Bangka Belitung pada tahun 2017. Kejayaan Alma semakin bersinar saat ia meraih medali emas di Kejuaraan Nasional 2021 yang juga berlangsung di Aceh. Ia menilai bahwa Aceh adalah tempat keberuntungan baginya, karena selalu berhasil menunjukkan penampilan terbaik di arena tersebut. Setelah PON, Alma bertekad untuk terus berlatih dan berharap dapat bergabung dalam pelatihan nasional demi mewujudkan mimpinya berkompetisi di pentas internasional. "Saya ingin sekali tampil di event internasional seperti SEA Games, *World Cup*, dan tentu saja Olimpiade 2028 di Los Angeles," ungkapnya, sambil menyebutkan kesukaannya terhadap mie Aceh. Selama perjalanan kariernya, Alma tentu saja menghadapi tantangan, terutama rasa malas yang kadang menghampiri. Ia menyebutkan bahwa terkadang rasa jenuh membuatnya enggan berlatih, tetapi dukungan dari orang tua selalu menjadi motivasi bagi dirinya. Komunikasi melalui aplikasi *WhatsApp* dan video call menjadi penguat semangat saat ia merasa lelah. Prestasi Alma tidak hanya mengundang rasa bangga keluarganya, namun juga mendapatkan perhatian dari Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid. Ia mengapresiasi kehadiran atlet muda berbakat seperti Alma, yang menunjukkan bahwa tidak selalu atlet berpengalaman yang dapat meraih juara. Bahkan, Yenny menyatakan bahwa banyak klub panjat tebing yang bermunculan di berbagai daerah, menunjukkan geliat olahraga ini semakin meningkat. Dengan segala potensi yang dimiliki, perjalanan Alma dalam dunia panjat tebing masih panjang. Harapannya untuk menjadi juara internasional harus terus dipupuk, dan semoga ia dapat mengharumkan nama Indonesia di berbagai kompetisi dunia di masa depan. ANTARA