BORNEONEWS, Sampit - Naiknya harga tiket angkutan udara di Sampit, Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim) membuat daerah ini mengalami inflasi 0,49% pada  Juli 2016, dengan indexs harga konsumen 125,20%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sampit Herry mengatakan. terjadinya inflasi di daerah ini salah satunya karena naiknya jasa transportasi, terutama udara. Selain itu, harga kelompok bahan makanan juga menjadi penyebab terjadinya inflasi.

“Memang ada peningkatan harga pada sejumlah komuditas usai lebaran ini, sehingga terjadilah inflasi,” ujar Herry, Jumat (5/8/2016).

Herry menjelaskan, untuk kelima kelompok pengeluaran yang alami peningkatan indeks harga yakni bahan makanan 1,14%. Komunkasi dan jasa keuangan 0,98%. Kelompok makanan jadi seperti tembakau, minuman, dan rokok 0,23%. Kesehatan 0,19%, dan kelompok pendidikan, rekreasi, serta olahraga sebesar 0,06%.

Kelompok bahan makanan merupakan kelompok yang mengalami inflasi tertinggi. Ini karena peningkatan indeks harga pada bumbu-bumbuan sebesar 6,45%, daging 5,36%, dan ikan kering 2,25%.

Sementara untuk kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan harga yakni perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yakni 0,17%.

“Memang tidak semua harga komuditas naik, namun hal itu tetap saja membuat daerah ini mengalami inflasi,” ungkap Herry.

Dengan terjadinya inflasi pada Juli 2016 itu menunjukkan hal yang sama dengan pada Juni 2016, yang juga disebabkan oleh kelompok bahan makanan.

Sementara untuk sembilan kota yang menghitung IHK di Kalimantan Tengah, Sampit berada di urutan enam terjadi inflasi, dibawah Kota Tanjung 1,08%, Balikpapan 1,03%, Pontianak 0,87%, Singkawang 0,77%, Banjarmasin 0,06%, dan Sampit 0,48%. Sedangkan Kota Tarakan 0,30%, Palangka Raya 0,20%, dan yang terakhir adalah Samarinda 0,20%. (M HAMIM/m)