SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang**, Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resort Lumajang, Kompol Jauhar Ma'arif, menginformasikan bahwa jumlah tanaman ganja yang terdeteksi di wilayah lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meningkat menjadi 25 ribu batang. Dalam keterangan yang disampaikan melalui telepon, Jauhar menyatakan bahwa tim gabungan telah berhasil menemukan tambahan lahan ganja, sehingga total keseluruhan mencapai 25 ribu batang, yang terdistribusi di 22 lokasi berbeda. Hal ini menambah daftar panjang temuan tanaman terlarang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dalam beberapa hari terakhir. Menurut Jauhar, sebanyak 25 ribu pohon ganja tersebut ditemukan dan diangkut menggunakan karung dengan jumlah sekitar 63 karung. Ia juga menjelaskan bahwa tim gabungan terus berupaya melakukan penyisiran untuk menemukan lebih banyak lagi tanaman ganja. Meskipun demikian, luas area penanaman dan medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri, sehingga proses pencarian terpukul oleh berbagai kendala. "Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim dibagi menjadi beberapa kelompok, agar bisa menjelajahi seluruh area secara menyeluruh dan menjangkau titik-titik yang diduga ditanami tanaman ganja," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penyebaran tanaman ganja ini cukup luas, sehingga petugas harus melakukan pencarian dengan intensif di setiap lokasi penemuan. Selain itu, petugas juga menemukan ganja kering yang diduga merupakan sisa dari panen yang dilakukan oleh para pelaku. Namun, jumlah ganja kering tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan adanya tempat khusus untuk mengeringkan tanaman ganja. Seluruh barang bukti yang berhasil disita telah dibawa ke Mapolres Lumajang untuk penyelidikan lebih lanjut. Operasi pemberantasan tanaman narkotika di wilayah tersebut akan dilanjutkan sampai tidak ada lagi ladang ganja yang tersisa. "Tim polisi akan melanjutkan penyisiran hingga dipastikan tidak ada tanaman ganja yang tersisa di lereng Gunung Semeru, terutama yang berada di Desa Argosari," tambahnya. Sebelumnya, pada Rabu (18/9), petugas sempat menemukan 472 batang tanaman ganja. Setelah itu, dalam penyisiran lanjutan, petugas berhasil mengidentifikasi sekitar 10 ribu batang tanaman ganja beserta 10 kilogram ganja kering yang siap edar. ANTARA