MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Seekor harimau betina dari jenis *Panthera tigris sumatrae* yang menjadi bagian dari koleksi Medan Zoo telah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Kematian harimau bernama Si Manis terjadi pada hari Jumat sore, tanggal 20 September 2024, tepatnya pukul 16.30 WIB, di dalam kandangnya. Menurut informasi yang disampaikan oleh drh Muhammad Syah, seorang petugas kesehatan hewan di Medan Zoo, harimau tersebut mengalami kondisi kesehatan yang memburuk sebelum mengembuskan napas terakhir. Ia menjelaskan bahwa Si Manis, dengan ciri khas loreng pada bulunya, merupakan salah satu spesies kucing besar. Setelah dilakukan nekropsi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, terlihat adanya penyakit serius yang menyerang organ hati, jantung, dan ginjal harimau tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat penumpukan cairan pada hati Si Manis, serta adanya penebalan pada jantung dan ginjalnya. Si Manis, yang berusia sekitar 23 tahun, pertama kali diperkenalkan ke publik Medan Zoo bersama harimau jantan bernama Anggi pada tahun 2005. Kehadirannya di kebun binatang tersebut telah menjadi bagian penting dari edukasi dan konservasi satwa langka. Sejak mencatatkan nama Si Manis, terdapat pula beberapa harimau lain yang telah meninggal di Medan Zoo. Di antaranya adalah tiga harimau Sumatra, yaitu Erha yang wafat pada 3 November 2023, Nurhaliza pada 31 Desember 2023, dan Bintang Sorik pada 13 Februari 2024. Selain itu, dua ekor harimau Benggala juga telah meninggal, yaitu Avatar pada 3 Desember 2023, dan Wesa yang berumur sekitar 19 tahun pada 22 Januari 2024. Dalam penjelasannya, drh Muhammad Syah menambahkan bahwa penumpukan lemak yang ditemukan pada pembungkus jantung dan beberapa organ lainnya, menunjukkan bahwa Si Manis menginjak usia yang tergolong tua untuk spesiesnya. Harimau Sumatra umumnya memiliki usia rata-rata hingga 20 tahun dalam penangkaran, sehingga kondisi ini menjadi perhatian serius. Sebelumnya, Si Manis telah mengalami sakit cukup parah sejak Mei 2024. Meskipun mendapatkan perawatan intensif, harimau tersebut mengalami penurunan lebih drastis dalam beberapa hari terakhir, hingga akhirnya menolak untuk makan dan meninggal dunia pada hari Jumat sore. Adrian Surbakti, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil berbagai langkah dalam perawatan hewan serta perbaikan manajemen di Medan Zoo. Dia menyatakan bahwa kondisi harimau yang sudah lanjut usia ini telah dijelaskan secara menyeluruh oleh dokter hewan yang bertanggung jawab. Kematian Si Manis menjadi momen yang menyedihkan bagi pengelola Medan Zoo dan masyarakat pengunjung, yang selama ini mencintai keberadaan harimau langka ini. ANTARA