JAKARTA –
**Borneonews - Teheran**, Sebuah gempa bumi yang tercatat memiliki kekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang Provinsi Khorasan Utara, Iran, pada sore hari Minggu, 22 September 2023. Laporan yang diterima dari media pemerintah setempat mengungkapkan bahwa pusat gempa berada di Kota Bojnord, yang terletak sekitar 700 kilometer dari ibu kota, Teheran. Peristiwa seismik ini terjadi pada pukul 16:13 waktu setempat dengan kedalaman yang terukur mencapai 8 kilometer. Gempa tersebut merupakan rangkaian dari dua gempa sebelumnya di lokasi yang sama pada hari yang sama, dengan kekuatan masing-masing M 4,7 dan M 4,1, yang menyebabkah luka pada sedikitnya tujuh orang. Menurut laporan awal, gempa yang terjadi pada sore itu telah merusak sejumlah rumah di beberapa desa dan membuat beberapa orang mengalami berbagai luka. Kendati demikian, hingga kini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kejadian tersebut. Dengan cepat, organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah di provinsi itu mengerahkan tim penilai dan bantuan menuju daerah-daerah yang terkena dampak di Bojnord. Tindakan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bagi mereka yang membutuhkan. Iran dikenal sebagai negara yang terletak di area seismik yang sangat aktif, sehingga sering kali mengalami bencana gempa bumi dalam tingkat keparahan yang beragam dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu gempa paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah Iran terjadi pada tahun 2013, yang mengguncang Kota Bam di Provinsi Kerman dengan kekuatan M 6,7, mengakibatkan sedikitnya 34.000 orang kehilangan nyawa. Di samping itu, pada bulan Juli 2022, sebuah gempa berkekuatan M 6,1 melanda Provinsi Hormozgan di pesisir Teluk Persia, yang menyebabkan kematian sedikitnya lima orang dan lebih dari 80 orang lainnya mengalami cedera. Kejadian-kejadian ini menggambarkan betapa rentannya wilayah tersebut terhadap bencana alam, sehingga perlu ada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang lebih baik dari masyarakat dan pemerintah setempat. ANTARA